News  

Lift Kelingking, dan Pertarungan Akal Sehat di Nusa Penida

Balijani.id, 6 Des 2025, 07:30 WIB

Denpasar, Balijani.id| Kisruh lift Kelingking kembali memunculkan satu nama yang tiba-tiba dijadikan sasaran yaitu Ketut Leo. Padahal sejak awal, Leo tidak pernah menolak pembangunan lift, tidak pernah menolak investasi, dan sama sekali tidak sedang melawan Pemerintah Provinsi Bali. Yang ia persoalkan hanya satu, yaitu desainnya salah dan berisiko merusak ikon dunia.
Ia bicara menggunakan akal sehat, bukan emosi. Desain lift yang menjulang tepat di garis pandang Kelingking, memonopoli view, dan memaksa tubuh tebing menanggung beban visual yang tidak perlu, jelas merupakan kesalahan mendasar dalam perencanaan.

Leo meminta penyempurnaan bukan pembatalan. Ia mendukung investasi, tetapi menolak pendekatan yang sembrono terhadap tebing yang menjadi mahakarya alam

Justru pihak yang sibuk memframing seolah Leo sedang menantang provinsi itulah yang tampak panik. Kritik yang ia sampaikan terlalu masuk akal untuk dibantah, terlalu realistis untuk diabaikan, dan terlalu jujur untuk ditutupi. Mereka tahu bahwa desain ini bukan hanya soal estetika, tetapi soal keselamatan, ikon global, dan identitas Nusa Penida
Masyarakat lokal mengerti betul konteksnya, sebab mereka hidup bersama tebing itu setiap hari. Karena itu, narasi yang sengaja dibuat untuk membenturkan Leo dengan provinsi terasa seperti upaya membungkam warga. Padahal posisi Leo justru berada di titik paling logis: mendukung pembangunan sambil memastikan estetika, keselamatan, adat, dan kepentingan jangka panjang tetap dijaga

Ia tidak menolak lift, ia menolak kesalahan permanen. Dan di sinilah absurditas tudingan terhadap Leo semakin terlihat. Mereka yang menuduhnya bersebrangan dengan pemerintah provinsi tampak tidak memahami kenyataan di lapangan.
Pemerintah butuh masukan, bukan tepuk tangan kosong. Investor butuh kepastian, bukan desain asal-asalan yang akhirnya ditolak publik. Masyarakat butuh solusi, bukan framing murahan yang memecah belah.
Di tengah semua itu, Leo hadir sebagai jembatan. Ia mengingatkan bahwa Nusa Penida membutuhkan fasilitas modern, akses aman, dan kenyamanan wisatawan. Tapi modernisasi tidak harus mengorbankan lanskap yang menjadi magnet dunia. Uang bisa kembali dicari, investor bisa datang dan pergi, tetapi tebing Kelingking tidak bisa diganti jika sekali saja dirusak.

Mengapa suara Leo begitu kuat?

Karena ia tidak berbicara untuk dirinya. Ia tidak butuh proyek, tidak butuh kursi, tidak pernah meminta jatah apa pun. Dari 2018 hingga sekarang, ia sudah menghabiskan ratusan miliar rupiah uang pribadi untuk membantu calon-calon yang ia yakini, tanpa pernah meminta imbalan sedikit pun. Ia membantu pembangunan, membantu upacara, membantu warga, membangun pura, membuka akses, dan memberi waktu serta tenaga yang tidak terhitung.

Kakaknya sendiri sudah menjadi bupati Klungkung, tetapi Leo tidak pernah sekalipun masuk rumah jabatan itu. Ia tidak mau menyicip kopi milik rakyat. Ia menjaga dirinya setinggi itu. Begitu banyak uang, tenaga, dan kehidupan yang ia korbankan, sementara ia tetap hidup tanpa menjadikan pemerintah sebagai ladang keuntungan. Ratusan ribu warga yang mengenalnya menjadi saksi bahwa ia tidak pernah memanfaatkan kedekatan politik untuk kepentingan pribadi.
Masyarakat Nusa Penida tahu siapa yang benar-benar menjaga pulau ini. Mereka melihat siapa yang hadir ketika warga butuh pertolongan. Mereka tahu siapa yang berjuang agar Nusa Penida tidak digilas logika bisnis yang buta konteks.

Ketut Leo tidak sedang menghambat pembangunan. Ia justru memastikan pembangunan tidak menjadi blunder sejarah.
Ia tidak sedang melawan provinsi. Ia sedang mengingatkan bahwa keindahan yang menghidupi warga tidak boleh dikorbankan untuk keputusan terburu-buru.
Ketut Leo tidak sedang mencari panggung. Ia sedang menjaga masa depan. Dan suara yang lahir dari ketulusan tidak bisa dibungkam, tidak bisa dipelintir, dan tidak bisa dipatahkan oleh framing siapa pun.

[ Editor : Sarjana ]

Trending Video Short Populer
Lihat Semua →
Editor: Nyoman Sarjana

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru