Perlu Diacungi Jempol, Tanpa Basa-Basi Bupati Satria Hentikan Proyek Ganggu Kesucian Pura

Bupati Satria hentikan proyek ganggu kesucian pura
Foto: Bupati Satria saat menghentikan proyek di dekat Pura Penataran Ped (07/07)

Bupati Satria hentikan proyek ganggu kesucian pura

Klungkung, Balijani.id ~ Keberanian ini tidak datang setiap hari. Di saat sebagian kepala daerah memilih bermain aman, membungkus diam mereka dengan istilah koordinasi atau kajian, Bupati Klungkung I Made Satria justru mengambil langkah sebaliknya. Turun langsung ke lapangan, melihat fakta di depan mata, dan bertindak tanpa basa-basi.

Ia tidak menunggu laporan formal. Tidak menunda demi menghormati pemilik modal. Ia hadir, menyaksikan sendiri pembangunan yang berdiri mencolok di sisi timur Pura Penataran Ped, lalu menyetopnya di tempat.

“Pembangunan ini jangan dilanjutkan, ini menempel dengan pura,”

kata Satria tegas. Suaranya bukan gertakan kosong. Ia bicara sambil berdiri di antara para pekerja proyek. Sementara si pemilik bangunan yang diduga seorang warga negara asing tak tampak batang hidungnya. Justru yang ada di lokasi hanyalah para buruh yang jelas hanya menjalankan perintah.

Tindakan Satria bukan hanya soal bangunan ilegal. Ini adalah pernyataan sikap. Bahwa nilai-nilai adat, kesucian pura, dan kehormatan spiritual orang Bali tidak bisa dikesampingkan atas nama investasi. Apalagi jika pembangunan itu tak mengantongi izin dan berdiri di zona yang sejak dulu diyakini sebagai kawasan suci. Di Bali, pura bukan sekadar situs budaya. Ia adalah nadi spiritual, pusat keyakinan, dan simbol kehormatan kolektif.

Bali sedang menghadapi tantangan besar, pergeseran nilai atas nama pembangunan. Semakin banyak ruang suci yang pelan-pelan mulai dikepung proyek. Kadang pemodal lokal, lebih sering lagi pemodal asing. Ironisnya, tidak sedikit kepala daerah yang justru memilih diam, atau bahkan ikut membuka jalan bagi pelanggaran hanya karena takut kehilangan investor.

Di sinilah langkah Satria terasa mencolok. Ia hadir sebagai pemimpin yang tak ragu membela nilai. Ia tidak terjebak pada logika sempit pembangunan fisik yang mengabaikan nilai spiritual. Ia tahu benar bahwa memimpin Bali terutama Klungkung yang kaya akan warisan leluhur bukan hanya soal membangun infrastruktur, tapi menjaga agar roh Bali tetap utuh.

Langkah berani ini harus dijadikan contoh. Semoga ini menjadi pemantik kesadaran kolektif para kepala daerah lain di Bali. Bahwa menjaga pura dan kawasan suci adalah tanggung jawab moral, bukan pilihan politik. Bahwa pembangunan bisa dicari ulang, tetapi nilai kesakralan yang hilang tidak akan pernah kembali. Bahwa Bali bisa terus maju tanpa mengorbankan akar budayanya sendiri.

Karena jika tidak ada yang berani bersuara, maka satu per satu kawasan suci akan tergeser. Pura-pura akan menjadi latar belakang vila mewah dan beach club. Dan anak cucu kita hanya akan membaca dari buku sejarah bahwa dulu di tanah ini pernah berdiri tempat suci sebelum diratakan oleh keserakahan yang dibungkus izin.

Apa yang dilakukan Made Satria membuktikan bahwa keberanian masih hidup. Bahwa Bali masih punya pemimpin yang berdiri di garis depan, membela pura, membela adat, membela kehormatan. Mari kita acungi jempol, dan mari kita dorong agar langkah ini tidak berhenti di Klungkung. Biarkan gaung keberanian ini menggema dari ujung Nusa Penida hingga ke Singaraja, dari Denpasar sampai Karangasem.

Karena di Bali, pura bukan hanya tempat sembahyang. Ia adalah jiwa. Dan seorang pemimpin yang menjaga pura, pada hakikatnya sedang menjaga ruh dari tanah yang kita sebut rumah.

[ Reporter : Sarjana ]

Bupati Satria hentikan proyek ganggu kesucian pura, pelanggaran zona suci Bali, pembangunan ilegal dekat pura, pemimpin bela adat Bali, klungkung pura penataran ped, zona suci Bali dilindungi, pura adalah nadi spiritual, Bali tolak proyek langgar adat, pemimpin daerah tegas, keberanian jaga kesucian pura
Bupati Klungkung I Made Satria hentikan pembangunan yang mengganggu kesucian Pura Penataran Ped | Selengkapnya di balijani.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *