Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Prihatin, Warga Pengempon Pura Resah Akses Jalan Ditembok

  • Bagikan

Denpasar, Balijani.id – Penutupan jalan masuk menuju areal Pura Dalem Bingin Nambe Titih membuat warga pengempon menjadi resah karena jalan tersebut satu – satunya jalan masuk ke pura dan sebagai jalan pemedal pura apalagi areal tersebut telah disertifikatkan.

Pura tersebut terletak di Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat dan sudah berdiri cukup lama yakni pada abad ke-18.

Ketua Pengempon Pura, Ketut Gede Muliarta menjelaskan yang menembok jaba pura merupakan anak angkat dari kakaknya yang masih ada hubungan keluarga sekarang menetap di Jakarta sudah masuk agama Islam.

” Dalam hal ini saya sangat mengharapkan bantuan dari bapak yang duduk di PHDI, Kapolsek , agar jaba pura bisa dikembalikan seperti semula sehingga bisa melaksanakan upacara ,” ucapnya.

Muliarta juga mengatakan kalau pemedal (jalan masuk) ditutup apa jadinya , semua kegiatan di pura tidak bisa berjalan dan ini sudah berjalan puluhan tahun kami tidak bisa melakukan upacara besar .

Ditambahkan pura tersebut memiliki pengempon berjumlah 200 Kepala Keluarga (KK) totalnya hampir 500 orang lebih.

” Pura ini bernama pura Dalem Bingin Nambe Titih dibangun abad 18 karena tidak ada jalan keluar akhirnya diviralkan agar ada yang membantu masalah ini bisa diselesaikan dan selama ini saya merasa tertekan karena yang menembok itu pejabat tinggi Kejaksaan tidak mau diajak mediasi tanpa kompromi langsung menutup jalan , ” tegasnya.

 

Nyoman Kenak sebagai perwakilan PHDI Denpasar yang juga hadir turut melihat penutupan jalan pura tersebut menjelaskan kita turun kelapangan mengecek apa yang sebenarnya terjadi karena fungsi dari PHDI adalah memediasi dan bukan lembaga eksekutor.

Kita akan berkoordinasi dengan pengurus di semua tingkatan setelah itu berusaha memediasi dan memanggil semua pihak termasuk aparat penegak hukum.

Koordinasi dan komunikasi yang lancar agar permasalahanya cepat terselesaikan.

Ditanyakan bagaimana kalau mediasi mentok mengatakan akan memfasilitasi dengan mediasi semua pihak akan mensuport pengempon pura, aparat Kepolisian , Klian dan perbekel serta penegak hukum lainya dan tadi sudah berkomitmen dan selalu konsisten mendukung kita menyelesaikan permasalahan di pura ini.

Begitu pula keberadaan pura dari dulu selalu mempunyai akses jalan dan kita akan membantu memediasi agar pura ini mempunyai akses jalan.

Sementara Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina mengatakan kami turun kelapangan karena ada informasi konflik antara pengempon pura dengan salah satu warga dan kita mencoba membantu dengan memediasi nantinya dapat mencari solusi terbaik ke dua belah pihak.

” Dalam mediasi ini kita akan terus menggali fakta di lapangan itu akan diurai satu – persatu sesuai dengan per undang – undangan ,” jelasnya.

Ketua Keris Bali Ketut Putra Ismaya Jaya yang juga turut turun ke lokasi menjelaskan kita tidak mencari mana yang salah mana yang benar tetapi kita mencari hati nurani yang benar sehingga ada mediasi mencari solusi terbaik antara pihak yang bersengketa

 

” Kami datang juga untuk bersembahyang karena ada leluhur kami disini dan harapan kami kita masyarakat Hindu agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik ,” ucapnya (003/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *