Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Dana LPD Raib, Polda Bali Turun Tangan

  • Bagikan

Buleleng, Balijani.id — Adanya aksi massa di kantor LPD Desa Adat Ngis pada Aksi demo yang dilakukan Nasabah (Lembaga Perkreditan Desa) LPD Desa Adat Ngis Desa Tembok Kecamatan Tejakula Buleleng jumat (28/01) lalu berlanjut.

 

Aksi massa yang terdiri dari masyarakat dan nasabah ternyata disebabkan oleh desas desus dan temuan sementara tentang raibnya dana nasabah, salah satunya adalah deposito milik Komang Sukadasna senilai 3, 5M.

 

Laporan Korban kepada Diskrimsus Polda Bali langsung ditindak lanjuti Dit-tipikor Polda Bali.

 

Mengutip keterangan pengawas LPD Desa Ngis, bahwa Posisi neraca Balance posisi berada diangka 19 Milyard lebih.

 

Memang ditemukan kejanggalan dan pihaknya lantas membuka pos pengaduan bagi nasabah di Kantor LPD Desa Adat Ngis, Tabungan sukarela, deposito, Kredit dan SIMADE.

 

Selanjutnya pasca pengaduan verifikasi awal, seperti kejanggalan ketika data asli yang dipegang oleh nasabah namun disistem tidak ada.

 

“Buktinya sudah kami temukan berupa soft-file dimana angkanya mencapai 7,6 Milyard, total dari semua deposito itu, ” Terang Pengawas yang juga Klian Adat Desa Adat Ngis I Made Arjaya, Desa Dinas tembok Kecamatan Tejakula.

 

Langkah kedua menurutnya adalah mensosialisakan dan memberikan pemahaman kepada nasabah.

 

Selain itu masyarakat bersama pengawas juga sudah membentuk tim, kerjanya untuk menelusuri aset-aset terkait indikasi penyelewengannya.

 

Ketua LPD sendiri yakni I Nyoman Suberata, SE sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

 

Adapun Pengawas LPD pada Rabu (2/02) menerima kedatangan Pihak Polda ke Kantor LPD Desa Adat Ngis beserta Tim Auditor yang nantinya akan memproses persoalan ini secara hukum.

 

” Tindak lanjutnya adalah dengan Tim mencari informasi, data data dalam deposito tentang aset-aset yang pak ketua punya dan kredit macet juga tim akan menginventirist dengan kedit-kredit yang jatuh tempo kapan dan siapa dan kita imbau untuk bayar, ” jelasnya.

 

 

Salah satu perwakilan keluarga nasabah yang dikonfirmasi via telpon Gede Sudiarta menyatakan mendukung langkah yang diambil pengawas dan Polda Bali dalam penyelesaian kasus ini.

 

“Mewakili nasabah kami menginginkan suasana tetap kondusif. Selain ini masih dalam proses dan pada kesempatan ini kita mengharapkan agar masyarakat tidak resah , karena ada langkah hukum dan pihak Polda juga sudah turun,” ucapnya.(007/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *