Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Yudisium 43 Sarjana Manajemen, Dekan FE Unipas: Jangan Jadi Pencari Kerja, Jadilah Pencipta Lapangan Kerja!

Balijani.id, 1 Agu 2026, 04:22 WIB
Dekan FE Unipas Singaraja Drs I Made Madiarsa MMA saat memberikan sambutan dan arahan dalam acara Yudisium 43 Sarjana Manajemen Unipas Singaraja

SINGARAJA, Balijani.id | Fakultas Ekonomi Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja resmi menggelar yudisium bagi 43 mahasiswa Program Studi Manajemen pada Tahun Akademik 2025/2026. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda kelulusan akademik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa lulusan perguruan tinggi dituntut mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Di tengah dinamisnya kondisi ekonomi serta pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), para lulusan didorong untuk tidak sekadar mengejar pekerjaan, melainkan mampu menciptakan peluang usaha baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi Unipas Singaraja, Drs. I Made Madiarsa, M.M.A., menyampaikan bahwa 43 peserta yudisium tersebut kini resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen. Bekal kompetensi yang diperoleh selama berkuliah diharapkan mampu melahirkan calon pemimpin sekaligus wirausahawan yang berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi.

“Harapan kami, lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan kompetensi yang dimiliki, mereka diharapkan menjadi calon pemimpin dan entrepreneur yang mampu mengamalkan ilmunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Madiarsa.

Pembekalan Kewirausahaan, Prinsip Long-Life Education, dan Respon AI

Madiarsa menjelaskan, Fakultas Ekonomi Unipas konsisten membekali mahasiswa dengan teori, keterampilan kewirausahaan, serta pengalaman praktik di lapangan. Bekal ini dirancang agar para lulusan memahami kebutuhan masyarakat dan mampu menciptakan solusi yang relevan di dunia kerja maupun dunia usaha.

Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, perubahan adalah hal yang pasti, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

“Kami selalu menanamkan prinsip long-life education. Jangan pernah berhenti belajar, karena perubahan adalah sesuatu yang pasti. Mereka yang mampu beradaptasi akan lebih mudah bertahan dan mengembangkan potensi dirinya,” tambahnya.

Madiarsa mengingatkan agar gelar sarjana dijadikan sebagai awal perjalanan, bukan tujuan akhir. Lulusan perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kompetensi diri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Madiarsa juga membeberkan rencana Fakultas Ekonomi Unipas yang tengah menyiapkan program layanan pendidikan dengan sistem “jemput bola”. Program ini bertujuan mendekatkan akses pendidikan ke masyarakat, sehingga calon mahasiswa dapat menekan biaya transportasi maupun tempat tinggal.

Menanggapi maraknya penggunaan AI, Madiarsa menilai teknologi tersebut harus dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia.

“AI itu ibarat pisau. Jika digunakan dengan benar akan sangat bermanfaat, tetapi jika disalahgunakan justru bisa merugikan. Oleh karena itu, kita tidak boleh bergantung pada AI, melainkan memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Madiarsa mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri dan bersama-sama membangun bangsa melalui pendidikan serta inovasi. Ia berharap para lulusan FE Unipas mampu menjadi penggerak ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru