Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Wujud Kasih Sayang & Melestarikan Budaya, Gubernur Koster Ajak 15 UMKM Bali Berbagi Kuliner Gratis

Balijani.id, 31 Jul 2026, 16:39 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster bersama pelaku UMKM kuliner Bali saat persiapan perayaan Hari Raya Tumpek Krulut

DENPASAR, Balijani.id | Gubernur Bali Wayan Koster akan merayakan Hari Raya Tumpek Krulut dengan membagikan kuliner gratis melalui 15 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang tersebar di sejumlah wilayah Bali pada Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan nilai kasih sayang dalam Tumpek Krulut ke dalam aksi sosial nyata, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat lokal. Masyarakat dapat menikmati berbagai hidangan khas Bali, mulai dari babi guling, lawar, nasi jinggo, hingga sejumlah kuliner modern dan produk kedai kopi.

Founder and Chairman Mahardhika Institute, I Putu Eka Mahardhika, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata menghadirkan makanan gratis bagi masyarakat. Menurutnya, pelibatan UMKM juga membuka ruang promosi, mempertemukan produk lokal secara langsung dengan konsumen, serta menggerakkan rantai ekonomi yang terhubung dengan usaha kuliner.

“Ketika UMKM kuliner bergerak, petani, peternak, nelayan, pedagang pasar, pekerja, hingga pelaku usaha pendukung lainnya juga ikut merasakan dampaknya,” kata Eka dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).

Strategi Mendorong Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

Ia menilai kuliner Bali tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga bagian penting dari ekosistem ekonomi rakyat yang perlu terus diberikan ruang untuk berkembang. Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 448.734 UMKM di Bali. Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman tercatat tumbuh sebesar 10,25 persen.

Eka menjelaskan, angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM dan sektor kuliner memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian Bali. Karena itu, keberpihakan terhadap pelaku UMKM dinilai tidak cukup hanya diwujudkan melalui ajakan membeli produk lokal. Pemerintah juga perlu membuka akses pasar, memperluas promosi, dan menciptakan momentum yang mendekatkan UMKM dengan masyarakat.

“Tradisi menjadi akar, kreativitas menjadi penggerak, dan UMKM menjadi bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat Bali,” ujarnya.

Menurut Eka, kegiatan berbagi pada Tumpek Krulut menunjukkan bahwa agenda kebudayaan dapat menghasilkan dampak sosial dan ekonomi tanpa kehilangan nilai filosofisnya. Masyarakat memperoleh manfaat langsung, UMKM mendapatkan ruang promosi, sedangkan rantai pasok ekonomi lokal turut bergerak.

Ia berharap Tumpek Krulut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kasih sayang secara simbolis, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan keberpihakan terhadap ekonomi lokal.

“Mencintai Bali bukan hanya menjaga budayanya, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” pungkas Eka.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru