Tabanan, Balijani.id| Perayaan Hari Valentine di Bali mulai meninggalkan simbol klasik bunga dan cokelat. Pasangan kini lebih memilih pengalaman yang memberi kesan mendalam dan kenangan jangka panjang. Tren ini sejalan dengan perubahan perilaku global yang menempatkan momen dan pengalaman sebagai bentuk ekspresi kasih sayang yang lebih relevan.
Data tren global dari Zeta mencatat lonjakan minat terhadap pengalaman dibanding hadiah fisik. Pencarian pijat meningkat 104 persen, tiket acara melonjak 238 persen, dan tiket perjalanan naik 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, minat terhadap permen dan cookies justru terus menurun. Tahun ini, Valentine yang jatuh pada Sabtu malam memberi ruang lebih luas bagi pasangan untuk menikmati waktu tanpa tergesa.
Director of Brand and Communication Nuanu, Ida Ayu Astari Prada, menilai pergeseran ini sebagai refleksi kebutuhan pasangan modern.
“Kami melihat cara orang merayakan Valentine berubah dari hadiah fisik ke pengalaman yang terasa lebih hidup. Nuanu hadir sebagai ruang untuk terhubung lewat alam, seni, dan budaya, sehingga waktu bersama bisa menjadi kenangan yang bermakna,” ujarnya.
Berangkat dari perubahan tersebut, berikut lima cara merayakan Valentine di Bali lewat pengalaman yang lebih personal dan berkesan.
Menikmati Seni di Waktu Malam
Saat senja berganti malam, suasana menjadi lebih intim dan tenang. Menjelajah karya seni di jam ini memberi ruang refleksi dan kedekatan. Di kawasan Nuanu, instalasi cahaya di Aurora Media Park serta karya monumental Earth Sentinels menghadirkan pengalaman visual yang berbeda saat dinikmati setelah gelap.
Makan Malam dengan Cerita
Valentine kerap dirayakan lewat makan malam, namun kini bukan sekadar duduk di meja. Di Luna, pengalaman VR Michelin dining menggabungkan sajian kuliner dengan cerita imersif, menciptakan suasana makan malam yang lebih dekat dan berkesan bagi pasangan.
Berproses dan Berkarya Bersama
Aktivitas kreatif menjadi alternatif sederhana untuk membangun kedekatan. Di Art Village Nuanu, pasangan bisa mengikuti sesi seni atau mencoba glassmaking di Horizon Glassworks. Hasil karya yang dibawa pulang menjadi simbol waktu yang dihabiskan bersama.
Menyatu dengan Alam Lewat Momen Ringan
Valentine tidak selalu harus dirancang besar. Berjalan santai atau berinteraksi dengan alam juga menghadirkan kedekatan. Magic Garden dengan galeri botaninya serta Pacha Alpaca menawarkan pengalaman yang santai tanpa agenda padat.
Menutup Hari dengan Relaksasi
Mengakhiri hari dengan melambat bersama menjadi pilihan banyak pasangan. Ritual termal dan perawatan di Lumeira Wellness memberi ruang untuk beristirahat, yang dapat dilanjutkan dengan bermalam di Oshom untuk suasana yang lebih tenang.
Perayaan Valentine di Bali kini bergerak ke arah yang lebih personal dan bermakna. Bukan lagi soal apa yang diberikan, melainkan bagaimana waktu dihabiskan bersama. Pergeseran ini menegaskan bahwa pengalaman, bukan hadiah, kini menjadi bahasa cinta yang paling dicari.
[ Editor : Sarjana ]







