News  

Rektor IAKN Kupang Angkat Bicara Terkait Wacana Pembukaan SMAN Nunuhposmanu

Balijani.id, 14 Jun 2024, 00:56 WIB

NTT, Balijani.id ~ Wacana pembukaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Nunuhposmanu yang berlokasi di Desa Fatulunu Kecamatan Amanatun Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi NTT dalam Tahun ajaran 2024 telah menuai kritikan dari berbagai pihak.

Wacana itu dilontarkan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri Nunuhposmanu Jemri Nome dalam waktu yang tak lama ini telah mendapat sorotan dari sejumlah elemen masyarkat.

Terkait isu ini, telah mendapat tanggapan serius juga dari Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr Harun Y. Natonis, S. Pd, M.Si yang juga sebagai Dewan Penasehat Ikatan Mahasiswa Amantun, sekaligus Ketua Yayasan Lunu Jaya.

Dr. Harun Y. Natonis, S.Pd, M.Si meminta agar Saudara kita Jemri Nome selaku Kepala Sekolah SMPN Nunuhposmanu mestinya menghormati dan menghargai apa yang sudah dibuat dan diperjuangkan oleh masyarakat setempat selama ini. Kehadiran kita sebagai Putra/i di Desa itu, harus mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada itu jauh lebih penting dari pada menghadirkan sekolah baru di lokasi yang sama. Pertanyaaannya ada apa sampai harus dipaksakan jika semua elemen masyarakat tidak menyetujui?. Karena kapasitasnya saudara Jemri Nome sebagai Kepsek SMPN Nunuhposmanu, mesti fokus untuk mengembangkan yang sudah ada sehingga jangan munculkan konflik sosial bagi semua elemen yang ada di lokasi itu.

Selain itu, menurut Dr. Harun Y. Natonis, S. Pd, M.Si untuk wacana ini, pemerintah tidak gampang untuk mendirikan sekolah baru tanpa adanya studi kelayakan. Studi kelayakanlah terlebih dahulu yang dapat menentukan kehadiran sekolah baru disitu. Tapi jika studi kelayakan di lakukan saya yakin 100% tidak mungkin bisa didirikan SMAN di Nunuhposmanu.

“Kita tentu bangga kalau ada Sekolah Negeri disana, tapi jangan lupa menambah Sekolah baru akan membebani APBD dan APBN. Bangun Sekolah baru butuh SDM, butuh gedung, butuh lahan , butuh fasilitas, butuh dukungan masyarakat, butuh anggaran. Saudara kita jangan buat sensasi dikampung untuk memecah belah persaudaraan yang sudah sangat bagus disana selama ini”.Tutup Dr. Harun”.

Reporter : Jitro Arti

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru