Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Putri Koster Ajak Perempuan Bali Berani Jadi Womenpreneur Tanpa Tinggalkan Jati Diri

Balijani.id, 7 Agu 2026, 02:58 WIB
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster bersama Wamendag RI Dyah Roro Esti Widya Putri saat menjadi narasumber talkshow Perempuan Bali Berdaya di Icon Bali Mall Sanur

DENPASAR, Balijani.id | Adat dan tradisi tidak pernah mengekang perempuan Bali untuk berwirausaha. Lahir dan tumbuh dalam balutan adat serta tradisi yang kuat, perempuan Bali dikenal sangat tangguh dalam menjalankan berbagai perannya—baik di lingkup keluarga, kehidupan adat, maupun ranah publik.

“Adat, budaya, dan tradisi Bali selalu memberikan peluang bagi perempuan untuk mandiri,” tegas Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, saat menghadiri talkshow inspiratif bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Atrium Icon Bali Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).

Putri Koster menjelaskan bahwa perempuan Bali tidak hanya bertugas mengurus ranah domestik, tetapi juga memiliki hak penuh untuk mengembangkan potensi, mengejar minat, dan mewujudkan cita-citanya di ruang publik—salah satunya dengan menjadi perempuan pengusaha (womenpreneur).

Womenpreneur harus memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah. Jika jatuh, bangkit lagi. Harus memiliki visi dan tujuan, serta disiplin dan inovatif,” imbuhnya.

Keseimbangan Peran dan Kontribusi UMKM Perempuan

Menurutnya, karakter tangguh dan pantang menyerah tersebut sudah melekat pada diri perempuan Bali. Hal ini tercermin dari kemampuan mereka membagi waktu dan menyeimbangkan berbagai tanggung jawab, mulai dari urusan rumah tangga, kegiatan adat-tradisi, hingga karier profesional.

“Jangan takut, lakukan saja. Ibu yakin perempuan Bali pasti bisa. Namun, semuanya tetap harus dijalankan secara seimbang. Jangan sampai melupakan peran utamanya dalam keluarga,” pesannya.

Ia menambahkan, perempuan memegang peranan krusial sebagai ibu dan istri, pendamping suami, sekaligus benteng utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan bahwa sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan.

“Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penopang perekonomian daerah maupun nasional, sekaligus menciptakan multiplier effect yang positif bagi masyarakat,” jelas Dyah Roro.

Ia menegaskan, Kementerian Perdagangan bersama pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk memajukan sektor UMKM serta industri kreatif melalui berbagai program pendampingan dan fasilitas yang ada.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, berharap kegiatan ini dapat memicu keberanian perempuan Bali untuk mulai berbisnis. Menurutnya, semakin banyak perempuan yang mengembangkan UMKM lokal—seperti kerajinan tangan, kain tenun, dan sektor kreatif lainnya—semakin besar pula peluang produk Bali untuk tumbuh dan naik kelas.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru