SEMARAPURA, Balijani.id | Langkah strategis dalam memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus mempercantik kawasan pariwisata terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Hal ini ditandai dengan aksi Bupati Klungkung, I Made Satria, yang memimpin langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pondasi videotron di area pintu keluar Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, Jumat (24/7/2026).
Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menegaskan pentingnya keberadaan sarana digital ini. Ia berharap videotron yang dibangun di lokasi strategis tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menyebarluaskan berbagai informasi penting daerah serta menjadi etalase promosi potensi Klungkung.
“Saya sangat menyambut baik pembangunan videotron ini. Semoga proses pengerjaannya berjalan lancar sehingga nantinya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai media sosialisasi program pemerintah, penyebaran informasi pembangunan, hingga wadah promosi potensi pariwisata dan kebudayaan Klungkung kepada masyarakat luas maupun wisatawan,” ujar Bupati Satria.
Rincian Teknis dan Target Penyelesaian
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa, menjelaskan rincian teknis proyek tersebut. Videotron berukuran potret (6 x 8 meter) ini dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Klungkung sebesar Rp 2,4 Miliar.
Adapun lokasinya memanfaatkan lahan milik Pemerintah Pusat di bawah pengelolaan Pengelola Jalan Nasional (PJN).
“Progres pengerjaannya terus berjalan dan diperkirakan akan rampung sepenuhnya pada akhir bulan Agustus mendatang,” jelas I Wayan Sudiarsa.
Dengan hadirnya videotron modern ini, Pemkab Klungkung optimistis penyampaian informasi publik akan semakin efektif, sekaligus mampu memberikan daya tarik visual yang memperkuat citra kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Desa Jumpai.
[ Editor : Sarjana. ] Salam Mahottama













