Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Permudah Pemetaan dan Pembinaan, Ny. Putri Koster Usul Penamaan Posyandu Sesuai Banjar

Balijani.id, 4 Agu 2026, 16:13 WIB
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada kader Posyandu di Kabupaten Badung

BADUNG, Balijani.id | Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengusulkan agar seluruh Posyandu di Provinsi Bali diberi nama resmi sesuai dengan nama banjar masing-masing. Langkah strategis ini dinilai penting untuk mempermudah pemetaan, pendataan, pembinaan, serta pengembangan Posyandu secara lebih terstruktur di seluruh Bali.

Usulan tersebut disampaikan di sela-sela agenda Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” ke-14 Tahun 2026 yang menyasar para kader di Desa Adat Tangeb (Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi) dan Desa Selat (Kecamatan Abiansemal), Kabupaten Badung, Selasa (4/8/2026).

“Mengingat jumlah Posyandu di Bali sangat banyak, saya ingin ke depan seluruh Posyandu di masing-masing banjar diberi nama sesuai nama banjarnya sendiri, lengkap dengan nama desa/kelurahan dan kecamatannya. Hal ini akan sangat memudahkan pemetaan dan penataan Posyandu di seluruh Bali,” tegas Ny. Putri Koster.

Perkuat Identitas dan Peran Kader sebagai Jembatan Aspirasi

Penamaan berbasis banjar ini diharapkan dapat menciptakan integrasi data yang lebih akurat. Dengan sistem yang seragam, pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran dalam memantau cakupan pelayanan, mengidentifikasi kebutuhan pendampingan wilayah, hingga menyusun kebijakan strategis.

Selain aspek tata kelola administrasi, Ny. Putri Koster turut mendorong para kader agar tidak sekadar memberikan pelayanan rutin, melainkan aktif menyerap dan mencatat aspirasi warga untuk diteruskan ke tingkat desa/kelurahan.

“Kader adalah ujung tombak. Ketika persoalan di tingkat bawah tercatat secara akurat dan cepat disampaikan ke kepala wilayah, solusi yang dihadirkan pemerintah akan jauh lebih tepat sasaran,” imbuhnya.

Penerapan Enam SPM dan Penyaluran Bantuan Kader

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa. Ia menilai kehadiran TP Posyandu Provinsi Bali memberikan dorongan moral dan penguatan kelembagaan yang nyata bagi para kader di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, memaparkan implementasi Posyandu berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun 2024. Melalui regulasi anyar tersebut, Posyandu kini mencakup Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi:

  1. Kesehatan
  2. Pendidikan
  3. Pekerjaan Umum
  4. Perumahan Rakyat
  5. Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas)
  6. Sosial

Pelayanan ini diberikan secara holistik berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi, remaja, hingga lansia.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, TP Posyandu Provinsi Bali turut menyalurkan bantuan logistik secara simbolis di dua lokasi kegiatan. Secara keseluruhan, bantuan disalurkan kepada 138 kader dari 17 Posyandu di Kelurahan Abianbase dan Desa Selat, dengan total bantuan mencapai:

  • 4.140 kg beras (30 kg per kader)
  • 276 krat / 8.280 butir telur (2 krat per kader)
  • 276 kotak susu (2 kotak per kader)

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru