SINGARAJA, Balijani.id | Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buleleng resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja pada Rabu (22/7/2026). Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sebelumnya antara Bawaslu dan IMK dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Naskah kerja sama ditandatangani langsung oleh Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, dan Dekan Fakultas Dharma Sastra IMK, Putu Subawa. Prosesi ini turut disaksikan oleh Anggota Bawaslu Buleleng—Gede Ganesha, Gede Wira Mariyusa, dan I Ketut Adi Setiawan—serta jajaran sivitas akademika Fakultas Dharma Sastra.
Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata, menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Kami berharap implementasi PKS ini benar-benar menghadirkan program konkret yang bermanfaat bagi kedua lembaga, sekaligus memperkuat literasi dan pemahaman masyarakat mengenai demokrasi serta kepemiluan,” ujar Carna.
Ia menambahkan, kampus adalah mitra vital dalam mencetak generasi muda yang kritis dan berintegritas. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan ruang aktualisasi melalui penelitian ilmiah dan pengabdian masyarakat.
Carna juga menyoroti iklim demokrasi di Bali yang patut menjadi percontohan nasional. Pada Pemilu 2024 lalu, Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang bersih dari sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi. Capaian ini, menurutnya, membuktikan bahwa kualitas demokrasi dapat ditingkatkan melalui kolaborasi erat dengan dunia pendidikan.
Dorong Riset Demokrasi dan Pengalaman Lapangan Mahasiswa
Dekan Fakultas Dharma Sastra IMK, Putu Subawa, menyambut hangat penguatan kerja sama kelembagaan ini. Menurutnya, PKS ini membuka jalan lebar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di lapangan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) maupun kolaborasi riset.
“Kabupaten Buleleng memiliki dinamika sosial dan politik yang sangat menarik untuk dikaji secara ilmiah. Sinergi bersama Bawaslu diharapkan melahirkan riset dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan maupun masyarakat luas,” tutur Subawa.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha, menyebutkan bahwa hubungan antara Bawaslu Buleleng dan IAHN Mpu Kuturan sejatinya telah terbangun harmonis lewat berbagai kegiatan. Adanya PKS ini mempertegas komitmen kedua belah pihak untuk melangkah lebih jauh.
“Kami optimistis kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga memperkokoh sinergi antarlembaga dalam mengawal iklim demokrasi yang sehat dan berkualitas di Buleleng,” pungkas Ganesha.
[ Editor : Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













