Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Panggung Internet Dunia di Bali: Gubernur Koster Siap Meluncurkan Domain.Bali dan Mengangkat Aksara Nusantara di ICANN87

Balijani.id, 29 Jul 2026, 00:04 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi panitia ICANN87 dan perwakilan ICANN Asia Pasifik di Jayasabha Denpasar

DENPASAR, Balijani.id | Pulau Dewata kembali menegaskan posisinya sebagai pusat diplomasi global sekaligus benteng kelestarian budaya. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ICANN87 Annual General Meeting (AGM), forum tahunan pengelola tata kelola internet dunia yang akan berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, pada 17–22 Oktober 2026.

Pertemuan strategis ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, khususnya Bali. Selain mempertemukan sekitar 3.000 delegasi dari 150 negara, ICANN87 bakal menjadi ajang peluncuran resmi domain .Bali serta penguatan eksistensi Aksara Nusantara, termasuk Aksara Bali, di panggung digital internasional.

Dukungan tersebut ditegaskan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran panitia ICANN87 yang dipimpin oleh Prof. Hammam Riza, ilmuwan dan Perekayasa Ahli Utama BRIN, serta perwakilan ICANN Asia Pasifik, Samiran Gupta, di Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7).

Branding Unik: “Dot Bali” Bermakna I Want Bali

Penyelenggaraan ICANN87 dipandang bukan sekadar konferensi teknologi informasi biasa, melainkan sarana memperkuat branding daerah dan mengenalkan nilai peradaban Bali kepada dunia. Gubernur Koster mengapresiasi tinggi inisiatif peluncuran domain tingkat atas tersebut.

“Dot Bali bagus sekali, karena kata ‘dot’ dalam bahasa Bali juga bermakna ingin atau kepingin. Bisa dimaknai sebagai ‘I want Bali’. Ini menjadi branding yang sangat kuat bagi Bali di tingkat internasional,” ujar Koster.

Ia menambahkan, keterlibatan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) selaku tuan rumah merupakan kesempatan berharga untuk membawa narasi kebudayaan Bali ke aras global.

Menjaga Peradaban Lewat Aksara di Era Digital

Bagi Pemerintah Provinsi Bali, pengakuan Aksara Bali di ruang digital internasional sejalan dengan Peraturan Gubernur tentang Perlindungan dan Penggunaan Aksara Bali. Koster menegaskan bahwa aksara adalah fondasi utama peradaban yang membedakan Bali di mata dunia.

“Semua kebudayaan, adat istiadat, hingga pengetahuan berawal dari aksara. Tanpa aksara kita tidak bisa mewariskan peradaban. Hulunya adalah aksara,” tegas Koster seraya membandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan China yang konsisten menjaga aksara lokal mereka di era modern.

Menurutnya, integrasi Aksara Bali ke dalam sistem internasional melalui forum ICANN akan memberikan aura spiritual dan daya tarik budaya yang semakin kuat bagi generasi mendatang.

Pertemuan Global “PBB-nya Internet”

ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) merupakan organisasi multistakeholder yang mengelola sistem penamaan domain dan alamat IP secara global—sering dijuluki sebagai “PBB-nya Internet Dunia”.

Samiran Gupta, Vice President Stakeholder Engagement & Managing Director ICANN Asia Pasifik, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Provinsi Bali dan berharap Gubernur Koster dapat membuka secara resmi rangkaian acara pada 19 Oktober 2026.

Pertemuan ke-28 ini digelar secara hibrida dan terbuka bagi publik tanpa pemungutan biaya. Forum ini akan mempertemukan jajaran pemerintah, pelaku industri telekomunikasi, akademisi, pakar keamanan siber, hingga komunitas sipil dunia untuk merumuskan masa depan tata kelola internet.

Melalui ICANN87, Bali tidak hanya membuktikan kesiapannya sebagai tuan rumah acara MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) kelas dunia, tetapi juga sukses memadukan kemajuan teknologi digital dengan pelestarian warisan budaya leluhur.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru