News  

Indonesia Walk For Peace Selaras Nangun Sat Kerti Loka Bali, Koster: Inspirasi Toleransi dan Kedamaian Dunia

Balijani.id, 10 Mei 2026, 04:30 WIB
Indonesia Walk For Peace Selaras Nangun Sat Kerti Loka Bali, Koster: Inspirasi Toleransi dan Kedamaian Dunia

Buleleng, Balijani.id | Para bhikkhu dari sejumlah negara Asia Tenggara memulai rangkaian kegiatan menyambut Hari Suci Waisak yang jatuh pada 31 Mei 2026. Salah satu agenda yang menarik perhatian dunia adalah Indonesia Walk For Peace 2026.

Sekitar 50 bhikkhu akan menjalani perjalanan suci dan damai mulai 9 hingga 28 Mei 2026 dengan berjalan kaki dari Brahma Vihara Arama, Singaraja, Buleleng, Bali menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Gubernur Bali, Wayan Koster hadir memberikan sambutan sebelum perjalanan dimulai. Dalam kesempatan tersebut, Koster mendampingi Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i.

Koster menyampaikan bahwa kegiatan suci umat Buddha ini selaras dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerti Loka Bali.

“ Kita semua respect dan hormat. Jadi tentu saja kegiatan ini tidak sebatas kegiatan fisik keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan kedamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi,” kata Koster di Brahma Vihara Arama, Singaraja, Buleleng, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Koster, perjalanan suci para bhikkhu diyakini akan menjadi perhatian masyarakat dunia.

“Luar biasa dan ini sangat sejalan dengan upaya kita bersama di Bali dengan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, bahagia secara sekala dan niskala,” jelas Gubernur Bali dua periode tersebut.

Koster berharap kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini dapat menjadi sumber inspirasi, tidak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat dunia.

“Ini menjadi inspirasi bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan kedamaian,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak di Bali maupun tiga provinsi lain yang akan dilalui para bhikkhu untuk memberikan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan perjalanan suci tersebut.

Diketahui, para bhikkhu peserta Indonesia Walk For Peace 2026 berasal dari Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, serta Indonesia termasuk dari Bali. Mereka akan menempuh perjalanan Bali hingga Borobudur dengan berjalan kaki selama 20 hari.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i menyampaikan apresiasinya terhadap agenda suci umat Buddha tersebut.

“Kita mengapresiasi. Ternyata sejak awal ajaran umat beragama di Indonesia, sebelum kita menerapkan politik toleransi dan moderasi, kita sudah memiliki fondasi yang sama. Bagaimana mereka dengan upaya maksimal meninggalkan hawa nafsu, kemudian menebar kedamaian. Sebenarnya itu sudah kita rasakan sejak ratusan tahun lalu di Bumi Nusantara,” jelasnya kepada awak media.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sejak dahulu telah hidup dalam suasana damai dan toleran, yang kini semakin diperkuat melalui kebijakan toleransi pemerintah.

“Ternyata kegiatan ini mendapat dukungan dari kepala-kepala daerah yang semuanya berbeda agama. Nah, itu bukti bahwa semua agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan Indonesia Walk For Peace 2026 tersebut, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, Forkopimda Bali dan Buleleng, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah pihak terkait lainnya.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru