Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Gubernur Koster Paparkan Modul Ajar Literasi Keuangan di Hadapan Penguji OJK Awards 2026

Balijani.id, 28 Jul 2026, 14:28 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat memaparkan Modul Ajar Literasi Keuangan secara virtual dalam ajang Financial Literacy Award 2026 OJK di Jayasabha Denpasar

DENPASAR, Balijani.id | Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui peningkatan literasi keuangan sejak dini. Komitmen tersebut dipaparkan secara langsung dalam ajang seleksi Financial Literacy Award 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara virtual dari Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).

Di hadapan tiga penguji nasional—yakni Lektor Ekonomi UGM Muhammad Edhie Purnawan, Direktur Ekonomi Syariah Bappenas Rosy Wediawaty, dan Plt. Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Andi Muhammad Yusuf—Koster membeberkan bagaimana Modul Ajar Literasi Keuangan menjadi instrumen strategis untuk menopang Haluan Pembangunan Masa Depan Bali 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125).

Jangkau 23 Ribu Siswa dan Melonjakkan Rekening Pelajar

Program kolaborasi antara Pemprov Bali dan OJK Provinsi Bali ini telah diterapkan secara merata di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Saat ini, modul tersebut telah menjangkau 23.198 peserta didik kelas X pada 193 satuan pendidikan SMA dan MA.

Koster menekankan bahwa indikator keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya peserta, melainkan dari perubahan perilaku keuangan para siswa di kehidupan nyata.

Berdasarkan data Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, tingkat kepemilikan rekening Simpanan Pelajar (Simpel) di Bali mengalami lonjakan signifikan. Pada Desember 2025, tercatat sebanyak 46.567 rekening, dan angka tersebut melonjak tajam menjadi 104.217 rekening pada posisi Mei 2026.

“Inilah bukti bahwa pendidikan mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan, dan tindakan menjadi budaya. Melalui program ini, kita melihat tumbuh pesatnya budaya menabung, meningkatnya kewaspadaan terhadap investasi ilegal maupun pinjaman daring (pinjol) ilegal, serta tingginya kesadaran siswa dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab,” ujar Gubernur Koster.

Berakar dari Nilai Kearifan Lokal Jana Kerthi

Dalam pemaparannya, Koster menjelaskan bahwa dinamika pertumbuhan ekonomi digital di Bali membawa tantangan baru berupa maraknya kejahatan finansial berbasis teknologi. Karena itu, literasi keuangan dipandang bukan lagi sebagai pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk membentengi generasi muda.

Langkah ini selaras dengan konsep kearifan lokal Sad Kerthi, khususnya Jana Kerthi, yang menempatkan pemuliaan dan peningkatan kualitas manusia sebagai pusat pembangunan.

“Literasi keuangan bukan sekadar kegiatan edukasi, tetapi investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga Bali. Kami menggunakan Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan agar materi yang didapat siswa di perkotaan maupun perdesaan memiliki standar kualitas yang setara,” jelasnya.

Melalui modul ini, para siswa tidak hanya diajarkan mengenal uang secara sederhana, melainkan juga diperkenalkan dengan peran OJK, industri perbankan, pasar modal, sektor jasa keuangan non-bank, hingga mekanisme pengaduan konsumen.

Keberlanjutan dan Replikasi Nasional

Menutup pemaparannya, Gubernur Koster menyampaikan tiga poin utama terkait masa depan program ini:

  1. Dampak Kebijakan: Literasi keuangan telah terintegrasi secara permanen dalam kebijakan pembangunan daerah, bukan sekadar proyek edukasi temporer.
  2. Keberlanjutan: Cakupan program akan diperluas secara bertahap ke jenjang SMP, SMK, SLB, hingga perguruan tinggi melalui program KKN Tematik bekerja sama dengan perguruan tinggi se-Bali.
  3. Replikasi Nasional: Model integrasi kurikulum, platform digital, dan kolaborasi lintas sektor yang diterapkan di Bali diharapkan dapat menjadi percontohan (benchmark) bagi provinsi lain di Indonesia.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru