Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Gelar Edukasi Dini di Gerokgak, PLN Ajak Anak-Anak Bangun Budaya Keselamatan Listrik

Balijani.id, 19 Jul 2026, 11:45 WIB
Team Leader K3L PLN ULP Singaraja Bagus Raka Dirgayusa saat memberikan edukasi interaktif keselamatan listrik di hadapan anak-anak di Masjid Jamik Nurul Iman Gondol

GEROKGAK, Balijani.id | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali melalui UP3 Bali Utara terus memperkuat upaya membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Langkah ini diwujudkan dengan memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak agar mereka memahami pentingnya menggunakan listrik secara aman, sekaligus menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan diri dan mengganggu pasokan listrik.

Edukasi ini disampaikan kepada 100 anak yatim penerima manfaat Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam rangkaian penyaluran santunan Muharram 1448 Hijriah pada Sabtu (18/07/2026). Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yaitu Masjid Jamik Nurul Falah Yehbiyu dan Masjid Jamik Nurul Iman Gondol, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Acara ini juga dihadiri oleh pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gerokgak serta para pengurus masjid setempat.

Manager PLN UP3 Bali Utara menegaskan bahwa anak-anak memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan. Selain mampu melindungi diri sendiri, mereka juga dapat menjadi penyampai pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Momentum Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masa depan anak-anak. Kami berharap mereka memahami bahwa listrik harus dimanfaatkan secara aman serta mampu menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun mengganggu keandalan jaringan listrik,” ujarnya.

Mengenali Potensi Bahaya Listrik Sejak Dini

Dalam sosialisasi tersebut, anak-anak yang mayoritas merupakan siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs) diajak mengenali berbagai potensi bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh konkret yang ditekankan adalah larangan bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik demi menghindari risiko kecelakaan dan mencegah padamnya aliran listrik ke masyarakat.

Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan PLN ULP Singaraja, I Bagus Raka Dirgayusa, menjelaskan bahwa edukasi keselamatan ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Menurutnya, membangun budaya keselamatan tidak cukup hanya melalui infrastruktur yang andal, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika anak-anak memahami bahaya listrik dan pentingnya menjaga jaringan listrik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan sekaligus ikut menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” jelas Bagus Raka.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana pelaporan cepat apabila menemukan potensi bahaya atau gangguan pada jaringan listrik di lingkungan mereka.

Antusiasme Peserta dan Apresiasi Tokoh Masyarakat

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan listrik di rumah mereka.

Apresiasi tinggi datang dari Nur Ma’arif, Petugas KUA Kecamatan Gerokgak sekaligus Pengurus Masjid Jamik Nurul Iman Gondol. Ia menyambut baik inisiatif PLN yang menggabungkan kegiatan sosial dengan edukasi keselamatan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena anak-anak tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat. Edukasi seperti ini penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan sejak dini,” ungkap Nur Ma’arif.

Manfaat edukasi ini dirasakan langsung oleh Muhammad Fatih, salah satu anak penerima manfaat YBM PLN. “Saya jadi tahu kalau bermain layang-layang tidak boleh dekat kabel listrik karena berbahaya. Saya juga akan mengingatkan teman-teman supaya bermain di tempat yang aman,” katanya dengan gembira.

Melalui edukasi yang berkelanjutan ini, PLN berharap kepedulian terhadap penggunaan listrik yang aman dapat tumbuh dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas, demi mendukung pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan.

[ Editor: Sarjana ]

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Advertisement
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru