Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Buka Surya Metu Festival, Bupati Satria Ajak Generasi Muda Perkuat Komitmen Lestarikan Tradisi Seni dan Budaya Bali

Balijani.id, 8 Agu 2026, 03:47 WIB
Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka secara resmi Surya Metu Festival Vol. III Tahun 2026 di Pesisir Pantai Tanjung Kerambitan Nusa Penida

KLUNGKUNG, Balijani.id | Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi membuka Surya Metu Festival Vol. III Tahun 2026 yang berlangsung di Pesisir Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (5/8). Festival yang diselenggarakan selama empat hari (6–9 Agustus 2026) ini mengusung tema “Sagara Raksha: Perlindungan Laut untuk Kesucian”.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, masyarakat Nusa Penida, komunitas seni, pelaku usaha, serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran ini. Menurutnya, Nusa Penida bukan sekadar destinasi wisata unggulan, melainkan ruang hidup yang menyatukan keindahan alam, kekayaan budaya, spiritualitas, dan kreativitas masyarakat.

“Surya Metu Festival bukan sekadar ajang festival biasa, melainkan wadah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kearifan lokal budaya serta seni yang menjadi kekuatan utama kita di Bali,” tegas Bupati Satria.

Pelestarian Budaya dan Dukungan terhadap Nusa Penida Green Island

Lebih lanjut, Bupati Satria mengajak generasi muda untuk memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya untuk berkarya dan berinovasi, khususnya dalam pelestarian seni dan budaya Bali. Ia menekankan bahwa tema yang diangkat sangat sejalan dengan visi-misi Pemerintah Provinsi Bali, “Nangun Sad Kerthi Loka Bali”, serta program Pemkab Klungkung dalam mewujudkan Kepulauan Nusa Penida sebagai Green Island.

“Mari bersama-sama, dimulai dari generasi muda, jadikan festival ini sebagai sarana promosi pariwisata kita di Nusa Penida,” harapnya.

Ruang Kolaborasi dan Rangkaian Kegiatan Festival

Sementara itu, Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika, menjelaskan bahwa Surya Metu Fest Vol. III digelar sebagai ruang kolaborasi lintas elemen—mulai dari masyarakat adat, seniman, komunitas lingkungan, pemerintah, akademisi, hingga pelaku pariwisata.

Rangkaian kegiatan konservasi dan kompetisi seni turut digelar untuk memperkuat pesan pelestarian lingkungan dan tradisi. Di antaranya:

  • Aksi Konservasi: Penanaman terumbu karang dan pelepasan tukik yang dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung sebagai simbol komitmen nyata menjaga ekosistem bawah laut Nusa Penida.

  • Lomba Seni & Budaya: Lomba Baleganjur Ngarap Sebali, Lomba Gebogan, dan Lomba Tapel Ogoh-Ogoh.

  • Pemberdayaan Ekonomi: Pelibatan aktif UMKM lokal.

“Pelaksanaan festival ini merupakan wujud nyata wajah pariwisata Bali, khususnya di Nusa Penida. Kami berharap ajang ini dapat memberikan pengalaman berkesan, membangun kesadaran lingkungan, serta menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

[ Editor : Sarjana ]

Salam Mahottama

Advertisement
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru