Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Bondres Jadi Media Edukasi HIV/AIDS bagi Remaja Desa Giri Emas Buleleng

Balijani.id, 4 Agu 2026, 03:12 WIB
Pertunjukan seni tradisional Bondres saat memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS kepada remaja di Desa Giri Emas Buleleng

BULELENG, Balijani.id | Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana (UNUD) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Giri Emas memanfaatkan seni tradisional Bondres sebagai media edukasi HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi bagi remaja. Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Sabtu (1/8/2026) ini merupakan bagian dari Program METIMPAL (Membangun Edukasi Tim Inisiator Muda Pendidik Antar-Lingkar).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengikis stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Role Play Isu Remaja hingga Humor Seni Bondres

Kegiatan diikuti oleh 15 anggota Karang Taruna serta dihadiri oleh warga masyarakat Desa Giri Emas. Sebelum pertunjukan Bondres dimulai, para peserta terlebih dahulu menampilkan aksi role play (bermain peran) yang merespons berbagai fenomena sosial remaja saat ini, seperti:

  • Pergaulan bebas dan risiko penularan penyakit
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Bahaya judi daring (online)
  • Penyalahgunaan narkoba

Penampilan tersebut menjadi pengantar menuju sesi edukasi utama. Melalui pertunjukan Bondres, materi mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi dikemas secara ringan dan komunikatif. Humor khas Bali dipadukan dengan alur cerita yang dekat dengan keseharian warga, sehingga pesan mengenai pencegahan HIV, deteksi dini, hingga pentingnya menghapus diskriminasi terhadap ODHIV dapat diterima lebih efektif.

Selain pertunjukan seni, para peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi METIMPAL sebagai sarana digital penyebaran informasi kesehatan.

Inovasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pembentukan Peer Educator

Suasana edukasi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif remaja maupun warga setempat. Pendekatan berbasis seni budaya ini dinilai berhasil membangun suasana yang lebih akrab dan meningkatkan keterlibatan peserta dibandingkan dengan metode penyuluhan konvensional.

Program METIMPAL sendiri merupakan bentuk implementasi hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini dirancang untuk memperkuat peran masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.

Melalui program ini, Desa Giri Emas menjadi salah satu titik awal pembentukan jejaring pendidik sebaya (peer educator). Para remaja yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS kepada teman sebaya maupun komunitas di sekitarnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat ini menjadi bukti bahwa inovasi seni tradisional tidak hanya menghibur, tetapi juga ampuh meningkatkan kesadaran kesehatan serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi ODHIV.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru