News  

Banjir Bandang Buleleng, Bupati Sutjidra Turun Langsung ke Lokasi

Balijani.id, 7 Mar 2026, 12:30 WIB

Buleleng, Balijani.id| Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng memicu penanganan darurat dari pemerintah daerah. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Buleleng pada Jumat malam memicu luapan air sungai hingga merusak permukiman warga dan menimbulkan korban.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Banjar pada Sabtu (7/3) pagi. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat sekaligus melihat langsung kondisi warga yang terdampak bencana.

Banjir bandang dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, yakni Busungbiu, Seririt, Sukasada, dan Banjar. Dari beberapa wilayah tersebut, Kecamatan Banjar menjadi kawasan dengan dampak paling parah. Selain kerusakan bangunan, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa serta warga yang masih dalam pencarian.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra didampingi sejumlah pejabat Pemkab Buleleng, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni, Kalak BPBD Gede Suyasa, Kepala Dinas PUTR Perkim I Putu Adiptha Eka Putra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Gede Putra Aryana, Kepala Dinsos P3A I Putu Kariaman Putra, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan I Gede Arya Suardana, Kepala Satpol PP Komang Kappa Tri Aryandono, Camat Banjar Putu Widiawan, serta Kepala Bagian Prokom Buleleng.

Bupati menginstruksikan pembentukan posko terpadu untuk mempercepat penanganan di lapangan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan Polair dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat sekaligus penyisiran di sepanjang bantaran sungai hingga ke kawasan pantai Kalianget.
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menurunkan alat berat untuk membersihkan material kayu, lumpur, dan sampah yang terbawa banjir. Bantuan logistik juga mulai disalurkan kepada warga terdampak.
Melalui Dinas Sosial, bantuan darurat berupa tenda, selimut, alas tidur, dan paket sembako telah didistribusikan ke sejumlah titik pengungsian.

Sementara itu, tim gabungan bersama Basarnas masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke muara. Pencarian difokuskan untuk menemukan tiga warga yang dilaporkan hilang akibat banjir bandang tersebut.
Pemerintah daerah memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menangani dampak bencana ini. Penanganan cepat diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memberikan kepastian bagi warga yang masih menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru