JAKARTA, Balijani.id | Pemerintah pusat mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di Provinsi Bali. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi untuk merumuskan solusi atas kepadatan lalu lintas dan peningkatan konektivitas di pulau dewata tersebut.
Rapat yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini dihadiri oleh:
-
Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi
-
Kepala Kantor Staf Presiden: Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman
-
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus): Aries Marsudiyanto
-
Gubernur Bali: I Wayan Koster
-
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub: Lukman F. Laisa beserta jajaran terkait
Pertemuan lintas kementerian dan pemerintah daerah ini membahas langkah konkret pemerataan pembangunan wilayah melalui pengembangan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan, sekaligus penggerak utama ekonomi nasional.
Mengawali pertemuan, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan Bali merupakan bagian integral dari visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Senang ketika bisa duduk bersama mendiskusikan sebuah rencana strategis untuk pengembangan wilayah Provinsi Bali. Semangatnya adalah bagaimana Bali, sesuai dengan visi besar Bapak Presiden Prabowo Subianto dan harapan kita semua, bukan hanya menjadi wilayah yang semakin maju, tetapi juga masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar AHY.
Fokus Konektivitas dan Pengurangan Kemacetan
AHY menilai posisi Bali sangat krusial sebagai wajah utama pariwisata Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur transportasi harus dirancang secara matang guna menjawab tantangan melonjaknya mobilitas masyarakat maupun wisatawan lokal dan mancanegara.
“Pariwisata Bali sangat menopang pariwisata nasional kita. Kita fokus pada aspek konektivitas, karena inbound dan outbound dari Bali harus benar-benar membuat para pendatang, termasuk wisatawan mancanegara, merasa nyaman dan tidak merasa Bali menjadi semakin sesak, overcrowded, dan macet di mana-mana,” tegasnya.
Ia menambahkan, forum koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi serta mendengarkan paparan konsep besar pengembangan wilayah Bali agar dapat dikaji secara rinci sebelum diimplementasikan secara nyata di lapangan.
“Sekali lagi terima kasih dan kami ingin mendengar konsep besar yang tengah dikembangkan dan kita diskusikan bersama,” pungkas AHY.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya kebijakan serta program aksi nyata yang mampu memperkuat konektivitas transportasi, mengurai kemacetan, serta menjaga daya saing Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan masyarakat lokal.
[ Editor : Sarjana ]













