Gubernur Koster dan Dubes Korea Selatan Bahas Penguatan Kerja Sama Energi Bersih, Kendaraan Listrik, hingga Kota Cerdas

Balijani.id, 23 Okt 2026, 19:49 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

DENPASAR, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kemitraan strategis internasional untuk mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. Terbaru, Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari percepatan transisi energi bersih, pengembangan kendaraan listrik, teknologi digital, kota cerdas (smart city), industri kreatif, pengelolaan lingkungan, hingga pemantapan keamanan pariwisata.

Kunjungan diplomatik ini berlangsung sehari setelah Pemerintah Republik Korea menyerahkan hibah berupa 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL) kepada Pemerintah Provinsi Bali pada Kamis (22/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas hibah kendaraan listrik tersebut. Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Korea Selatan menjadi akselerator penting bagi percepatan transportasi publik berbasis energi ramah lingkungan di Pulau Dewata.

“Kami terus mendorong kebijakan energi bersih. Salah satu yang ingin dikembangkan adalah program konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan pihak ketiga, sehingga tidak membebankan biaya kepada pengguna,” ujar Koster.

Ia berharap Korea Selatan dapat memberikan dukungan penuh melalui transfer teknologi, investasi, hingga penyediaan infrastruktur pengisian daya. Selain sektor energi, Koster juga membuka peluang kerja sama pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan pelayanan publik, kualitas tata kelola perkotaan, serta optimalisasi daya saing produk UMKM/IKM Bali.

Di sektor ekonomi kreatif, Gubernur Koster mengagumi keberhasilan Korea Selatan dalam memajukan industri K-Pop di kancah global. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menginspirasi para seniman dan pelaku industri kreatif Bali untuk menembus pasar internasional.

Komitmen Lingkungan dan Rencana Konsulat Korea

Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, mengapresiasi komitmen Pemprov Bali dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan. Sejalan dengan target Korea Selatan mencapai netralitas karbon (net zero emission) pada 2050, Dubes Yoon menilai Bali memiliki visi yang sejalan dalam pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Korea Selatan siap memfasilitasi kerja sama di bidang energi bersih, smart city, pengelolaan sampah, hingga penataan perkotaan sesuai dengan prioritas pembangunan Bali,” jelas Yoon.

Dubes Yoon juga mengungkapkan rencana Pemerintah Korea Selatan untuk membuka konsulat di Bali demi memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi WNA Korea Selatan. Ia menekankan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan merupakan kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan wisatawan mancanegara.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata khas Bali berupa kain tenun tradisional Rangrang asal Nusa Penida dari Gubernur Koster kepada Dubes Yoon Soon-gu dan jajaran Kedutaan Besar Republik Korea.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru