Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Gubernur Bali Restui My Bali Friendz: Langkah Konkret Transformasi Bali Menuju Destinasi Wisata Premium Berbasis Digital dan Budaya

Balijani.id, 3 Sep 2026, 10:07 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi manajemen My Bali Friendz di Gedung Gubernur Bali Renon Denpasar

DENPASAR, Balijani.id | Pemerintah Provinsi Bali resmi memberi dukungan penuh terhadap langkah transformasi pariwisata daerah menuju Premium Cultural Destination. Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Bali, I Wayan Koster, menerima audiensi manajemen My Bali Friendz (MBF)—sebuah ekosistem digital pariwisata berbasis lokal—di Gedung Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Rabu (2/9/2026).

Turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Wayan Sukamajaya serta perwakilan Dinas Perdagangan, pertemuan tersebut membahas peta jalan integrasi teknologi dan pemberdayaan komunitas untuk menyasar pasar wisatawan mancanegara berkualitas, khususnya dari Australia, China, dan Eropa.

Hadir mewakili CEO MBF Gde Swandana yang tengah bertugas di Australia, Chief Business & Operation Officer MBF, Gus Mahendra, memaparkan lima pilar strategis yang dirancang untuk memperkuat nilai tawar pariwisata Bali di kancah global:

  • Standardisasi Layanan (Quality Assurance): Menjamin kepastian mutu mulai dari pengemudi terlatih standar hospitalitas, pemandu wisata bersertifikat, hingga kurasi ketat bagi UMKM mitra.

  • Integrasi Digital Terpadu: Platform pemesanan mandiri yang dilengkapi rekomendasi berbasis data, sistem pemeringkatan internal, dan akses informasi destinasi yang tervalidasi.

  • Pengalaman Interaksi Lokal (Local Friendship Experience): Menghadirkan pendekatan humanis di mana wisatawan didampingi pemandu lokal terpercaya untuk merasakan interaksi budaya yang autentik.

  • Pemberdayaan Ekonomi Komunitas: Mengakomodasi seniman, pengrajin, dan pelaku UMKM lokal agar dampak ekonomi pariwisata kelas atas dapat dirasakan secara inklusif.

  • Penguatan Citra Budaya (Branding): Mengangkat narasi kebudayaan yang elegan, mencakup wisata kebugaran (wellness), perjalanan spiritual, hingga kuliner kraf lokal.

Gubernur Bali menyambut positif inisiatif ini dan menekankan pentingnya peran platform lokal dalam mensosialisasikan Penguatan Wawasan Adat (PWA) demi menjaga kelestarian tradisi Bali. Sebagai platform Local Pride yang berpusat langsung di Bali, MBF dinilai memiliki keunggulan kompetitif ketimbang agen perjalanan digital (OTA) global, terutama dalam kecepatan respon dan pelatihan hospitalitas berkelanjutan.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan (average spending), memperpanjang durasi tinggal, serta mengikis dampak negatif pariwisata massal menuju ekosistem pariwisata Bali yang lebih berkelanjutan.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru