BULELENG, Balijani.id | Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, bersiap menjadi tuan rumah ajang Sri Chinmoy Sudaji Peace Trail Fun Run 2026. Bukan sekadar ajang olahraga biasa, kegiatan bertema “Lari di Sawah, Damai di Bumi: Ritual 1.000 Langkah untuk Ibu Pertiwi” ini mengusung misi besar: mempromosikan potensi desa wisata, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus menyuarakan pesan perdamaian dunia.
Mengusung kategori rute sepanjang 6 kilometer, para peserta akan diajak menyusuri cantiknya hamparan persawahan, kesejukan alam pedesaan, serta lanskap budaya khas Desa Sudaji. Konsep ini terinspirasi dari gagasan tokoh perdamaian dunia, Sri Chinmoy, yang mengajak masyarakat membangun kedamaian melalui aksi nyata yang positif, olahraga, dan kebersamaan.
Ketua Panitia, Ketut Susana (Sansan), menjelaskan bahwa acara ini lahir dari semangat meneruskan pesan Dream Peace yang digelorakan oleh Sri Chinmoy. Menurutnya, setiap langkah peserta bukan hanya aktivitas fisik semata, melainkan simbol penghormatan kepada alam.
“Kami ingin menggugah kembali semangat Dream Peace dari Sri Chinmoy. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat berlari sambil menghormati alam, karena setiap langkah yang diambil merupakan bentuk bakti kepada Ibu Pertiwi,” ujar Sansan saat diwawancarai Balijani.id, Senin (3/8/2026).
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang menempuh jarak di atas 10 kilometer, tahun ini panitia menetapkan kategori 6K. Selain lebih ramah bagi peserta awam, jarak ini dipilah karena memiliki makna filosofis mendalam sebagai simbol penghormatan kepada bumi.
Dorong Promosi Desa dan Ekonomi UMKM
Di samping menyuarakan perdamaian, fun run ini menjadi strategi konkret untuk mengenalkan potensi Desa Sudaji yang selama ini belum tergarap maksimal. Keindahan alam, sektor pertanian, seni budaya, hingga kehidupan sosial masyarakat lokal akan menjadi daya tarik utama bagi para peserta.
“Kami ingin dunia melihat bahwa Sudaji memiliki kekayaan alam, pertanian, seni, dan budaya yang luar biasa. Fun run ini menjadi media untuk memperkuat posisi Sudaji sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya,” tambahnya.
Panitia juga memastikan acara ini memberikan dampak ekonomi langsung. Pelaku UMKM, warga lokal, dan komunitas desa akan dilibatkan aktif sepanjang kegiatan. Sansan berharap acara tahunan ini bisa menjadi model percontohan (pilot project) bagi desa-desa lain di Bali maupun Indonesia.
Target peserta tak main-main: mencakup wilayah Bali Utara, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara. Pendaftaran dibuka secara daring (online) melalui situs resmi penyelenggara menggunakan sistem pemindaian kode QR (barcode) untuk kemudahan registrasi.
Di akhir wawancara, Sansan mengajak seluruh pencinta lari dan penikmat wisata alam untuk turut berpartisipasi.
“Mari bergabung bersama kami. Lewat seribu langkah di tengah persawahan, kita tidak hanya berlari, tetapi juga menyampaikan pesan damai, menjaga alam, dan bersama-sama membangun masa depan Desa Sudaji yang lebih baik,” pungkasnya.
[ Editor : Sarjana ]










