News  

Piala Dunia 2026 Sukses Gerakkan Ekonomi Nasional, KADIN: Tembus Rp 5 Triliun Lebih

Balijani.id, 17 Jul 2026, 04:06 WIB
Suasana keramaian penonton di salah satu stan UMKM pada Festival Rakyat 2026 saat acara nonton bareng Piala Dunia

JAKARTA, Balijani.id | Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 terbukti memberikan dampak ekonomi yang masif bagi Indonesia. Berdasarkan kajian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, rangkaian kegiatan turnamen sepak bola terbesar di dunia ini—baik melalui aktivitas siaran (on-air) maupun kegiatan masyarakat (off-air)—diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung mencapai lebih dari Rp5,03 triliun.

Perputaran ekonomi ini mencakup seluruh aktivitas dari masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen. Mulai dari belanja iklan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan elektronik dan merchandise, transaksi di sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), acara nonton bareng (nobar), hingga perputaran omzet UMKM di berbagai acara seperti Festival Rakyat 2026.

Rincian Perputaran Ekonomi Rp5,03 Triliun

Berdasarkan data KADIN Indonesia, lonjakan ekonomi ini disumbang oleh beberapa sektor utama:

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 adalah contoh nyata bagaimana ajang olahraga global mampu menggerakkan ekonomi lintas sektor.

“Piala Dunia 2026 tidak hanya menguntungkan perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi riil bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, industri kreatif, hingga pelaku UMKM di berbagai daerah,” ujar Kukrit.

Kukrit menambahkan, keberhasilan ini tercipta berkat kolaborasi solid antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Dampak Lanjutan (Multiplier Effect) & Pertumbuhan Sektor Akomodasi

Selain perputaran langsung senilai Rp5,03 triliun, KADIN Indonesia melihat adanya efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan. Euforia Piala Dunia mendorong pelaku usaha berinvestasi pada peningkatan fasilitas, seperti pembelian perangkat TV baru, proyektor, set-top box, sistem audio, hingga penambahan kapasitas tempat duduk dan peningkatan layanan makanan-minuman.

Dampak positif ini sejalan dengan performa sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman yang tercatat tumbuh 13,14 persen (yoy) pada Triwulan I 2026, menjadikannya salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia.

Partisipasi Publik dan Berkah untuk UMKM

Besarnya stimulus ekonomi ini didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat. Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia (7–13 Juli 2026) menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia benar-benar mengalir hingga ke tingkat akar rumput:

  • 78,1% responden mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) minimal satu kali.

  • Rata-rata pengeluaran mencapai Rp51 ribu per kegiatan nobar, atau sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen berlangsung.

  • Mayoritas pengeluaran dialokasikan untuk membeli makanan, minuman, dan paket data, yang secara langsung berdampak positif pada pendapatan pelaku UMKM setempat.

Apresiasi Tinggi untuk Siaran Gratis TVRI

Di sisi lain, masyarakat memberikan rapor hijau untuk penyiaran Piala Dunia 2026. Sebanyak 79,9% responden menilai positif siaran TVRI, dan 73% menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi. Akses siaran yang gratis, minim iklan, dan jangkauan yang luas menjadi alasan utama kepuasan masyarakat.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, menjelaskan bahwa sentimen positif ini konsisten di berbagai wilayah Indonesia.

“Strategi TVRI menghadirkan siaran gratis yang mudah diakses dengan jeda iklan terbatas berhasil memenuhi harapan masyarakat akan hiburan berkualitas. Hal ini mengukuhkan peran penting penyiaran publik dalam menyajikan tayangan yang inklusif,” kata Suwandi.

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan ini. Menurutnya, kesuksesan Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas visual pertandingan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan publik.

“Kepercayaan sebagai penyiar resmi FIFA adalah amanah. Kami bersyukur penyelenggaraan ini tidak hanya menjadi tontonan berkualitas dan ruang kebersamaan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi nyata di berbagai daerah,” ungkap Fiki.

Fiki juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada KADIN Indonesia, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh komunitas yang telah bersinergi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan on-air maupun off-air.

Secara keseluruhan, Piala Dunia FIFA 2026 menjadi bukti nyata bahwa ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi nasional yang ampuh jika didorong oleh kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Tentang KADIN Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia merupakan organisasi wadah bagi dunia usaha di Indonesia. KADIN berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pengembangan dunia usaha, peningkatan investasi, pemberdayaan ekonomi daerah, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

[ Editor : Sarjana ]

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru