News  

Putri Koster: Festival Seni Bali Jani Jadi Panggung Emas Talenta Muda Bali di Era Digital

Balijani.id, 15 Jul 2026, 05:04 WIB
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster saat memberikan apresiasi seusai pagelaran musik kontemporer di ajang Festival Seni Bali Jani

DENPASAR, Balijani.id | Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa Festival Seni Bali Jani (FSBJ) memiliki peran strategis sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, festival ini hadir untuk mematangkan bakat, kreativitas, sekaligus mempertebal kecintaan pemuda terhadap seni budaya Bali.

Hal tersebut disampaikannya saat menyaksikan pagelaran musik “Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa” di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7). Pertunjukan memukau tersebut dibawakan oleh Sanggar Eka Mahardika Putra sebagai bagian dari rangkaian FSBJ VIII Tahun 2026.

Penampilan para seniman muda malam itu sukses menghadirkan perpaduan apik antara musik pop modern dengan sentuhan etnik Bali. Menariknya, selain menyuguhkan harmoni musik yang khas, pertunjukan ini juga menyisipkan pesan penting terkait pelestarian alam, terutama ajakan untuk membiasakan pemilahan sampah dari sumbernya.

Asah Soft Skills Pelajar di Tengah Gempuran Gawai

Melihat aksi panggung tersebut, Putri Koster mengaku bangga atas keberanian dan kreativitas generasi muda Bali yang terus berkembang pesat.

“Saya sangat senang melihat bakat talenta-talenta muda yang semakin terasah,” ujarnya dengan penuh apresiasi.

Menurut Putri Koster, generasi muda saat ini tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga wajib mengasah keterampilan nonteknis (soft skills). Kemampuan berkesenian, berkolaborasi, dan membangun kepercayaan diri dinilai menjadi modal penting yang bisa didapatkan melalui ruang kreatif seperti FSBJ.

“Itulah salah satu tujuan Festival Seni Bali Jani, yakni mewadahi dan mengembangkan talenta-talenta muda agar tetap aktif dan berkreativitas di tengah gempuran gawai,” kata Putri Koster.

Jaga Jati Diri Lewat Seni Kontemporer

Lebih lanjut, perpaduan musik modern dengan kekayaan instrumen gamelan Bali yang ditampilkan para peserta membuktikan bahwa seni kontemporer bisa maju tanpa harus kehilangan jati diri. Unsur etnik dan akar budaya justru mampu berpadu harmonis dan menghasilkan pengalaman musikal yang unik serta berkelas.

Ia pun berharap semangat pembinaan ini tidak berhenti di tingkat provinsi, melainkan dapat meluas hingga ke tingkat kabupaten/kota di seluruh Bali. Melalui ruang apresiasi, edukasi, dan regenerasi yang berkelanjutan, FSBJ diharapkan mampu melahirkan karya-karya kreatif yang memperkuat identitas budaya Bali di tengah tantangan zaman.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif dan berkarakter, sejalan dengan implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

[ Editor : Sarjana ]

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru