News  

Perkuat Potensi Kerajinan di Klungkung, Wabup Tjok Surya Jalin Kolaborasi dengan Sentra Tenun Gamplong Sleman

Balijani.id, 22 Mei 2026, 15:11 WIB
Perkuat Potensi Kerajinan di Klungkung, Wabup Tjok Surya Jalin Kolaborasi dengan Sentra Tenun Gamplong Sleman

Klungkung, Balijani.id | Dalam upaya memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas produk lokal, Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, melakukan kunjungan kerja ke Sentra Kerajinan Tenun di Desa Wisata Kerajinan Tenun Gamplong, Kabupaten Sleman, pada Jumat (22/5).

Kunjungan Wabup Tjok Surya turut didampingi oleh Sekda Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung, Tjokorda Gde Romy Tanaya. Disambut hangat oleh para pengelola desa wisata, agenda ini bertujuan untuk melakukan studi banding, bertukar inovasi, serta mempelajari strategi pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal.

Tiba di lokasi, Wabup Tjok Surya mengapresiasi tinggi setelah melihat langsung proses pembuatan kain tenun tradisional yang masih konsisten mempertahankan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Terlebih, seluruh proses mulai dari pemintalan benang hingga menjadi kain siap pakai dikerjakan secara tekun oleh para lansia.

“Ke depannya, peran generasi muda untuk melanjutkan dan mengembangkan potensi kerajinan tradisional ini diharapkan mampu dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wabup Tjok Surya.

Lebih lanjut, Wabup Tjok Surya menilai ada kemiripan potensi yang besar antara Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Sleman, khususnya dalam industri tenun tradisional.

“Klungkung sangat terkenal dengan Tenun Ikat Endek dan Songketnya, sementara Sleman memiliki kekhasan pada Tenun Gamplong. Jadi ini sungguh luar biasa. Hasil dari kunjungan studi banding ini harus segera diimplementasikan untuk menggeliatkan kembali sentra-sentra tenun yang ada di Klungkung, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Sentra Kerajinan Tenun Gamplong, Giyono, menyambut baik kunjungan kerja dari jajaran Pemkab Klungkung tersebut. Pihaknya memaparkan secara singkat bahwa kerajinan tenun di wilayahnya sudah berdiri kokoh sejak tahun 1930. Kerajinan ikonik ini lahir dari kreativitas para perajin lokal di Sleman dalam memanfaatkan limbah sisa potongan kain perca dari konveksi.

Kain-kain perca tersebut dikumpulkan, dipotong memanjang, lalu ditenun kembali menggunakan ATBM. Kini, Tenun Gamplong tidak lagi sekadar menjadi keset kaki, melainkan telah dikembangkan menjadi berbagai produk fungsional dan estetis bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, taplak meja, tirai, hingga komponen dekorasi interior rumah (home decor). Bahkan, produk inovatif ini sukses menembus pasar ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang sejak akhir tahun 1990-an hingga pertengahan 2000-an.

“Saya sangat menyambut baik kunjungan ini. Semoga ke depan apa yang menjadi harapan bersama untuk berkolaborasi meningkatkan produktivitas tenun, baik di Klungkung maupun di Sleman, dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ucap Giyono.

[ Editor : Sarjana ]

Salam Mahottama

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru