News  

TPS Hybrid Nusa Penida Jadi Contoh Nasional Atasi Krisis Sampah

Balijani.id, 8 Sep 2025, 05:19 WIB

Nusa Penida, Balijani.id| Gerakan peduli lingkungan di Nusa Penida kembali menorehkan langkah penting. Sebuah komunitas muda bernama Nusa Penida For Tomorrow menghadirkan inovasi pengelolaan sampah melalui TPS Hybrid, Bank Sampah, dan Teba Modern di Desa Santi. Langkah ini bukan hanya solusi lokal, tetapi juga berpotensi menjadi percontohan nasional dalam penanganan sampah.

Saat meninjau langsung fasilitas tersebut, I Made Satria Waringin menyampaikan kekagumannya. Menurutnya, sistem pemilahan yang diterapkan sangat rapi dan bisa menjadi model pengelolaan sampah terpadu di desa-desa lain.

“Ini saya mengunjungi TPS Hibrid di Desa Sakti, tepatnya di Banjar Sebunibus. Dan ini sungguh luar biasa akan menjadi salah satu percontohan di Kabupaten Tulungagung. Nah, di sini ada beberapa apa namanya? Blok yang dibuat khusus untuk pemilahan-pemilahan. Ini ada sampah daun dan sampah sisa makanan, ada sampah residu, dan yang paling timur ini sampah limbah bahan berbahaya beracun,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama TPS Hybrid adalah mengajarkan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Dengan dukungan komunitas dan partisipasi aktif warga, diharapkan setiap desa mampu mengelola sampahnya sendiri.

“Jadi kita di sini mengajarkan bagaimana agar masyarakat itu bisa memilah sampahnya sendiri dan kita upayakan agar di setiap desa memiliki ini nanti bahkan ada komunitas antara 10 sampai 20 orang ada satu. Nah, itu kita harapkan,” lanjutnya.

Menurutnya, bila upaya ini bisa diwujudkan di seluruh desa, persoalan sampah tidak lagi menjadi beban besar. Lebih jauh, ia mengapresiasi langkah Nusa Penida For Tomorrow yang berani memulai gerakan ini.

“Saya sangat mengapresiasi sekali ini terutama komunitas dari Nusa Penida For Tomorrow yang menjadi contoh dan mengawali bagaimana pengelolaan sampah yang sebaik-baiknya untuk di Kecamatan Nusa Penida. Ya, saya pikir kalau ini kita teruskan, ini menjadi salah satu contohnya di Indonesia. Bukan cuma di Bali,” ungkapnya.

Gerakan lokal yang lahir dari semangat komunitas ini memberi pesan penting: persoalan sampah bisa diselesaikan dari desa. Dengan semangat gotong royong dan kesadaran masyarakat, Nusa Penida menegaskan diri sebagai pionir menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru