News  

Gede Supriatna : Jangan Takut Gagal Untuk Mulai Wirausaha

Balijani.id, 30 Mar 2024, 08:35 WIB

Buleleng, Balijani.id ~ Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S..H bertemu dengan kalangan milenial dan Gen Z di GOR Buana Patra Buleleng rangka Dirgahayu Kota Singaraja ke 420, Jumat (29/3/2024).

Di hadapan beberapa anak muda yang hadir, Gede Supriatna yang akrab di sapa ” Supit “menyampaikan proses kreatif yang dapat tercipta dari beragam situasi yang ada. Menurutnya, inspirasi untuk berkreasi tidak melulu didapat dari pembelajaran formal.

“Tiap kali saya bertemu dengan anak-anak generasi Z dan milenial yang punya karya kreatif, ternyata ditunjukkan dan makin banyak,” ujar Supit

Ketua DPRD Buleleng itu lantas menunjukkan langsung proses kreatif tersebut kepada anak muda. Gede Supriatna menggambar seni one line art (seni satu garis)

Politisi PDIP itu pun menggambar simbol hati. Supriatna mengibaratkan simbol hati itu yang dimulai dari satu garis kecil hingga membentuk gambar hati yang besar, layaknya cinta yang terus-menerus menggunung.

Dari proses-proses itulah, lanjut Supriatna, anak muda dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Seperti halnya influencers, selebgram dan TikTokers yang memanfaatkan ruang-ruang yang ada, sekalipun untuk mendapatkan pemasukan dengan mengandalkan media sosial.

“Inilah sesuatu yang selalu baru ketika kita bertemu dengan generasi Z, selalu menarik dan tidak ada habisnya anak-anak yang selalu eksploratif. Inilah yang kemudian ruang-ruang yang mesti diberikan dari sisi akses agar mereka bisa tumbuh lebih kreatif, berkembang dan bisa diajarkan kepada banyak orang,” ucap Supriatna

Supriatna mengharapkan, generasi Z dan milenial dapat terus mengembangkan bakatnya agar generasi wirausaha dan enterpreneur bisa terus lahir dan membanggakan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Komang maleneo Bramasta seorang Penggiat IT yang menekuni media one line yang berbincang dengan Gede Supriatna menyebutkan kesetujuannya dengan Maleneo Bramasta proses kreatif.

Maleneo Bramasta mengatakan bahwa Gen Z tidak lagi percaya dengan ungkapan time is money maupun hustle culture atau kultur kerja keras, tetapi lebih mementingkan life balance (keseimbangan hidup) sebagai jalan menuju kebahagiaan.

Yang terpenting bagi Gen Z adalah kedamaian, ketenangan jiwa, serta kesejahteraan mental, melebihi kesuksesan di bidang akademis maupun kerja. Tidak heran sekarang ini mulai populer ungkapan “healing” di kalangan Gen Z, ” tutup Bramasta

Reporter : Sarjana

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru