News  

Relawan Jokowi NTT, Bersama masyarakat padati UPTD taman budaya dalam mengelar MUSRA X

Balijani.id, 17 Des 2022, 15:43 WIB

Kota Kupang( NTT), Balijani.id ~ Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) berantusias menghadiri acara musyawarah rakyat ( MUSRA ) X, Yang di adakan oleh relawan jokowi, Hal tersebut bertujuan untuk menentukan jokowi tiga preiode di karenakan itu bagian dari hak rakyat,Acara ini dilakukan di UPTD Taman budaya NTT,Pada sabtu,17/12/2022.

Dari pantauan media ini Ribuan masyarakat yang berdatangan dari daerah- daerah yang berada di NTT, Acara tersebut juga di penuhi puluhan spanduk yang bertulisan : Mencari pemimpin rakyat,Melanjutkan agenda kerakyatan pilihan rakyat,Pilihan jokowi adalah pilihan rakyat.

Ketua panitia Musra X NTT, Enos Tanu menyampaikan bahwa, Kegiatan Musra X di NTT adalah keberlanjutan Musra yang sudah di lakukan berbagai provinsi yang ada di indonesia. Musra ini adalah ruang rakyat untuk menentukan sosok pemimpin bangsa indonesia yang akan datang.

” Musra ini adalah agenda keberlanjutan dari musra yang sudah di lakukan di berbagai provinsi di indonesia. Musra ini memberikan hak kepada masyarakat untuk menentukan sosok pemimpin dengan menyediakan E-vote dan selembar kupon untuk diisi,Siapa sosok peminpin yang menggantikan presiden jokowi ataukah masyarakat masih mau menginginkan jokowi sebagai presiden lagi ” Ungkapnya.

Iya melanjutkan bahwa musra bertujuan untuk menjaring,Apakah rakyat masih menginginkan jokowi sebagai presiden atau sudah ada sosok yang lain.

” Musra ini juga untuk menjaring apakah rakyat masih bersedia menerima jokowi sebagai presiden lagi atau sudah ada penganti ” Ujarnya.

Iya kembali menambahkan bahwa untuk hasil E-vote hari ini kita akan umumkan setelah di hitung dan dipresentasikan, Baru kita ketahui di NTT saipa yang suara terbayak.

” Untuk hasil di umumkan setelah semua selesai di hitung lalu di presentasikan siapa yang urutan pertama dan kami akan rilis resmi di NTT siapa yang suara terbanyak” Ucapnya.

Iya juga menegaskan bahwa musra tersebut adalah murni dari rakyat tidak tergantung pada parti politik apapun karena ini agenda keberlanjutan dari jakarta.

” Ini murni dari relawan karena agenda keberlanjutan dari musra jakarta,Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan dengan partai politik ” Tegasnya.

Sementara itu pengamat politik NTT, Dr.Ahmad Atang juga menyampaikan bahwa Musra seperti ini sudah di lakukan di berbagai provinsi, Karena ini adalah hak rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan ruang musra adalah tempatnya.

” Bagi saya Musra itu satu ruang untuk rakyat menyampaikan aspirasi. Ketika ampiras itu, Muncul di Presiden Jokowi itu juga hak rakyat bahwa yang akan mengeleksi itu adalah konstitusi” Jelasnya.

Iya juga menambahkan bahwa keinginan masyarakat tidak bisa di bendum,Jadi biarkan ini bergerak secara alamia lalu yang mengeleksi konstitusi.

” iya, Artinya keinginan rakyat tidak bisa di bendum.Suka atau tidak suka persoalan sekarang yang akan menyelesksi konstitusi,Jadi biarkanlah ini bergerak secara alamia maka ruang yang mengeleksi reaksi publikkan konstitusi oleh karena itu menurut saya siapapun boleh melakukan apapun sepanjang dia melakukan tidak bertentangan dengan konstitusi ” Ujarnya.

Iya juga berharap bahwa sepanjang proses tersebut harus terkordinasi dengan baik karena kekuatan kordinasi akan mengalahkan kekuatan lain.

” Kalau sepanjang proses ini terkordinasi secara baik jadi dia tidak bisa parsial karena kekuatan kordinasi itu akan mengalahkan kekuatan lain, Konsolidasi rakyat saya kira harus perkuat kalau memang ini sebuah keinginan kedepan ” Harapnya.

Iya juga menagaskan agar jalur- jalur politik legislatif perku melakukan hal sedemikian agar suara rakyat tidak tenggelam tetapi harus melakukan konsolidasi.

” Sepanjang inikan masih bereaksi dari bawah, Saya belum lihat formula seperti apa yang kemudian reak- reak ini di akomodir secara politik, Setidaknya jalur – jalur politik DPR itu juga perlu di lakukan jadi tidak hanya sekedar suara rakyat kemudian dia tenggelam, Tetapi harus di lakukan semacam konsolidasi lebih lanjut supaya gema ini tidak hanya gema di pinggiran tetapi kemudian dia menjadi gema di pusat, Rakyat harus benar- benar terkonselidasi” Tegasnya.

[ BJ/Oskar ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru