Bangli, Balijani.id ~ Bertepatan dengan rahinan Buda Kliwon Gumbreg Wakil Bupati (Wabup) Bangli I Wayan Diar mengikuti seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan Serangkian karya piodalan dan mepelaspas Pelinggih di area Goa Rajo Waterfall Desa jehem Kecamatan Tembuku Kab Bangli, Rabu (30/11/22).
Adapun rangkaian karya berlangsung dari pagi hari diawali dengan Pecaruan amancaan ditambah anjing blangbumkem dan mepelaspas Pelinggih. Prosesi karya dipuput oleh 2 sulinggih yaitu Ida Pedanda Istri Made Rai (Siwa) dari Griya Bangli dan Ida Pedanda Gede Wana Yoga( Budha) dari Griya Wana Sari Karangasem.
Rentetan upacara juga dilanjukan dengan Mulang Pekelem ke Goa oleh Wakil Bupati, Di dampingi Ketua GOW Ny Suciati Diar, Camat Tembuku dan undangan lainya.
Seperti diketahui prosesi Mulang Pekelem adalah sebagai persembahan atau pengorbanan umat Hindu atas rasa terima kasih kepada sang pencipta serta manefestasinya, dengan tujuan memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta.
Usai ngaturang piodalan Wabup Diar beserta pemedek mengikuti persembahyangan bersama . Prosesi upacara piodalan dan melaspas turut juga dipentaskan tari wewalian.
Pada kesempatan tersebut Wayan Diar politisi asal Desa Belantih Kecamatan Kintamani dalam arahannya mengajak kepada pengelola, agar sanantiasa menjaga lingkungan dimana air sumber kehidupan bersama.
“Untuk menjaganya kita harus membudidayakan gotong royong agar kelestarian alam yang ada di Goa Rajo Waterfall dapat lestari, asri dan indah sebagai suatu pesona daya tarik” ucapnya.
Dirinya berharap agar dikembangkan suatu obyek wisata religius yang bergandengan dengan wisata air terjun sebagai kearifan lokal untuk bisa sebagai magnet/daya tarik bagi wisatawan.
Ada baiknya adanya wisata religius yang tidak menyampingkan wisata air terjun demikian sebaliknya yang ada sehingga sinergi yang ada akan terpancar kearifan lokalnya” ajaknya
Sementara I Ngh Tesan dalam laporannya mengatakan rangkaian piodalan di Goa Raja Waterfall dengan Pekelem berupa bebek hitam, ayam hitam dan empas dengan tujuan menyeimbangkan antara Buana alit serta Buana agung.
Mengakhiri rangkaian upacara tersebut Wakil Bupati menyerahkan Punia yang diterima pengelola yang di lanjutkan dengan penandatangan Prasasti.[ BJ/IGS ]













