Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

47 Hari Bersihkan Danau Buyan, Pangdam IX/Udayana: Bali Hidup dari Alam, Jangan Biarkan Rusak

Balijani.id, 27 Jul 2026, 07:28 WIB
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau hasil pembersihan eceng gondok di Danau Buyan

BULELENG, Balijani.id | Penyelamatan Danau Buyan akhirnya membuahkan hasil. Setelah bekerja keras selama 47 hari, kolaborasi TNI, Pemerintah Daerah, BKSDA Bali, dan masyarakat berhasil menuntaskan pembersihan gulma eceng gondok yang selama ini mengganggu ekosistem salah satu danau terbesar di Pulau Dewata tersebut.

Keberhasilan ini tidak hanya mengembalikan fungsi Danau Buyan sebagai kawasan konservasi dan sumber air, tetapi juga menjadi penanda dimulainya gerakan pelestarian lima danau utama di Bali.

Keberhasilan normalisasi ditandai dengan peninjauan langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, jajaran Korem 163/Wirasatya, BKSDA Bali, serta unsur pemerintah daerah pada Senin (27/7).

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga, mengingat ekosistem alam adalah penopang kehidupan masyarakat sekaligus masa depan pariwisata Bali.

Peran TNI dan Sinergi Lintas Sektor

Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam normalisasi Danau Buyan merupakan bagian dari tugas pokok membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah. Program yang diinisiasi Korem 163/Wirasatya ini juga mendapat dukungan penuh dari komando atas, termasuk penyediaan peralatan operasional dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

“Salah satu tugas pokok kami di TNI adalah membantu masyarakat mengatasi kesulitan. Melalui program Danrem 163/Wirasatya dan arahan komando atas, kita dibantu peralatan oleh Bapak Kasad untuk menanggulangi eceng gondok di Danau Buyan ini,” ujar Pangdam.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga lima danau (panca tirta) yang ada di Bali, yaitu Danau Bratan, Tamblingan, Buyan, Batur, dan Yeh Malet. “Semuanya merupakan ekosistem yang wajib kita jaga keberlangsungannya,” tambahnya.

Alam dan Budaya sebagai Fondasi Utama Bali

Pangdam mengingatkan bahwa Bali tidak memiliki kekayaan sumber daya mineral yang melimpah. Kekuatan utama pulau ini terletak pada keindahan alam, kebudayaan, dan pariwisatanya yang mendunia. Oleh karena itu, pembangunan di Bali tidak boleh mengabaikan pelestarian lingkungan.

“Bali itu ikonik dan keindahannya tidak ada duanya. Pembangunan di Bali tidak bisa dilepaskan dari seni, budaya, dan pariwisata. Karena itu, TNI hadir untuk membantu menjaga kearifan lokal dan mendukung program pembangunan dari Gubernur maupun Bupati,” ungkapnya.

Pangdam juga menceritakan pengalamannya saat mendampingi Menteri Pertahanan menerima kunjungan Menteri Pertahanan Jepang beberapa waktu lalu. Sang tamu terkesan dan menyayangkan waktunya yang terbatas untuk menikmati keindahan Bali, khususnya kawasan Bali Utara.

Pulihnya Ekosistem Danau Buyan

Secara teknis, pembersihan danau seluas kurang lebih 250 hektare ini memakan waktu sekitar 47 hari. Area seluas tujuh hektare yang sebelumnya tertutup rapat oleh eceng gondok kini telah bersih penuh, sehingga fungsi ekologis danau kembali pulih.

“Hari ini, Senin 27 Juli 2026, kita bersama BKSDA Bali dan pemerintah daerah telah menuntaskan pembersihan gulma eceng gondok seluas tujuh hektare. Selanjutnya, pemeliharaan akan dilakukan secara periodik oleh pemda dan masyarakat, khususnya warga Desa Pancasari. Setelah ini, program Korem 163/Wirasatya berikutnya adalah melanjutkan normalisasi di Danau Batur,” jelas Pangdam.

Komitmen Pemeliharaan Berkala

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi yang terjalin erat antara TNI, pemerintah daerah, BKSDA, hingga masyarakat desa. Menurutnya, berhentinya pengerjaan alat berat bukan berarti akhir dari tugas, melainkan awal dari komitmen pemeliharaan keberlanjutan.

“Setelah alat-alat diangkat hari ini, kita akan melakukan pemeliharaan secara rutin dan berkala, baik setiap tiga maupun enam bulan sekali. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Bupati Sutjidra.

Untuk menjaga kawasan Taman Tawan Alam (TWA) Danau Buyan tetap bersih, Pemkab Buleleng akan melibatkan Desa Adat Pancasari dan Karang Taruna dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertahankan fungsi Danau Buyan sebagai sumber kehidupan, kawasan konservasi yang lestari, sekaligus destinasi wisata alam unggulan di Bali Utara.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru