DENPASAR, Balijani.id | Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 4,1 mengguncang wilayah Jembrana, Bali, pada Senin (13/7/2026) pukul 20.06 WITA. Getaran gempa dangkal ini dilaporkan terasa meluas hingga Kabupaten Buleleng, Bali, serta Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di laut pada koordinat $8,16^\circ\text{ LS}$ dan $114,77^\circ\text{ BT}$. Pusat gempa berada sekitar 28 kilometer timur laut Jembrana dengan kedalaman 12 kilometer.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan turun yang dikombinasikan dengan pergeseran mendatar (Oblique Normal Fault).
Estimasi Tingkat Guncangan (Skala MMI):
-
Jembrana & Buleleng (III MMI): Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas.
-
Banyuwangi (II – III MMI): Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Cahyo Nugroho.
Tidak Berpotensi Tsunami dan Nihil Gempa Susulan
BMKG juga memastikan bahwa hingga Senin malam pukul 20.33 WITA, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Pihak BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut secara berkala.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pastikan untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau situs resmi BMKG yang telah terverifikasi.
[ Editor : Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana











