Badung, Balijani.id| Mesin partai diminta berhenti “jalan di tempat”. Dari pusat, perintah diturunkan tegas: rapatkan barisan sampai ke lapisan paling bawah. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron turun langsung ke Badung untuk memastikan instruksi itu tidak sekadar jadi wacana.
Kunjungan ke Kantor DPC Partai Demokrat Badung, Minggu (3/5/2026), bukan sekadar agenda rutin. Ini konsolidasi serius di tengah posisi partai yang kini berada dalam lingkar pemerintahan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.
Di hadapan jajaran DPC, DPD, hingga pengurus tingkat bawah, Herman menyampaikan pesan yang tidak basa-basi. Ia mengingatkan struktur partai agar tidak terjebak pada posisi elit yang jauh dari akar.
“Salah satu poin perintah Ketum AHY yang saya sampaikan: DPD, DPC, tidak boleh ada kesan terlalu jauh, tinggi di awang-awang. Karena basis masa pergerakan itu ada di tingkat kepengurusan paling bawah, yaitu Anak Ranting,” tegas Herman Khaeron.
Instruksi itu tidak berhenti di atas kertas. Ia meminta seluruh pengurus aktif turun ke wilayah, menyentuh langsung kader dan masyarakat.“DPAC, Ranting, Anak Ranting wajib dikunjungi. Untuk menjalin hubungan, mempererat silaturahmi, dan menjaga marwah kebesaran Partai Demokrat di semua tingkatan,” lanjutnya.
Dalam arahannya, Herman juga menyinggung posisi strategis kader Demokrat di pemerintahan pusat. Ia menegaskan peluang tersebut harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kebanggaan politik.
“Saat ini Ketum AHY menjabat Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Kader kita di kementerian juga ada. Ini harus dimanfaatkan. Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dari Demokrat wajib turun menyerap aspirasi masyarakat untuk membina konstituen,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa program-program seperti bantuan sosial, dana hibah, hingga pembangunan irigasi harus benar-benar menyentuh masyarakat bawah.
“Seperti dana hibah, bansos, pokok-pokok pikiran dewan, sampai penyaluran program pengairan irigasi subak. Semua harus tepat sasaran dan menyentuh konstituen di tingkat paling bawah,” tegas Herman.
Di tingkat daerah, instruksi itu langsung direspons. Jajaran DPC Demokrat Badung menyatakan siap bergerak cepat hingga ke desa-desa.
“Kami akan roadshow ke 6 DPAC, 62 ranting, dan anak ranting. Posko Aspirasi Biru sudah buka 24 jam untuk tampung keluhan sampai usulan,” ujar perwakilan DPC.
Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta juga melihat momentum ini sebagai peluang mempercepat realisasi program pusat di daerah.
“Irigasi Badung Utara dan Mambal akan kami dorong via dana pusat. Ini bukti Demokrat kerja nyata,” kata Sunarta.
Pertemuan ditutup dengan dialog terbuka menyerap aspirasi kader. Namun pesan utama yang ditinggalkan jelas: struktur tidak boleh lagi jauh dari basis. Konsolidasi harus nyata, bukan simbolik.
Arahan dari pusat ini menjadi sinyal bahwa Partai Demokrat mulai menata ulang kekuatan dari bawah, dengan target jangka panjang yang tidak main-main menuju kontestasi politik 2029.
“Sementara Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan bahwa Sekjen Dr. Herman Khaeron adalah pemecah rekord, sekjen pertama yang berkunjung dan memberikan pembekalan serta motivasi di sekretariat DPC PD Badung”Tegas I Made Mudarta.
[ Editor : Sarjana ]













