Denpasar, Balijani.id | Skuad Banteng Denpasar kembali menunjukkan dominasi kuatnya di jagat sepak bola lokal. Tim ibu kota sukses mempertahankan takhta juara dalam ajang Liga Kampung Soekarno Cup III 2026 setelah menumbangkan rival beratnya, Banteng Badung, dengan skor tipis 3-2 pada laga final yang digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Senin (25/5/2026) malam.
Partai puncak yang mempertemukan dua tim raksasa ini berlangsung sengit dan menegangkan sejak peluit babak pertama dibunyikan. Jual beli serangan tak terhindarkan hingga melahirkan drama lima gol. Namun, kedewasaan bermain membuat Banteng Denpasar tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang krusial di area penalti lawan.
Gol-gol kemenangan dramatis Banteng Denpasar masing-masing dilesakkan oleh I Made Antha Wijaya pada menit ke-19, disusul eksekusi manis Putu Kenzie Raditya (45′), dan ditutup oleh sepakan terukur Yulius Larson Holo (67′).
Di sisi lain, skuad Banteng Badung sejatinya memberikan perlawanan yang luar biasa ketat. Mereka sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi Komang Aditya pada menit ke-62 dan gol telat dari Fauzi (76′) sebelum akhirnya peluit panjang menyudahi perlawanan mereka dengan skor akhir 3-2.
Atmosfer pertandingan final ini kian semarak berkat penampilan pembuka dari musisi pop sakral Bali, Bagus Wirata, yang sukses menghibur ribuan pasang mata di tribun stadion sebelum laga kick-off dimulai.
Gengsi laga ini juga terlihat dari hadirnya jajaran elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari tingkat pusat hingga daerah. Tampak hadir di antaranya Ketua DPP PDI-P Muhammad Prananda Prabowo, Ketua DPP PDI-P Komarudin Watubun, Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster, serta Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta.
Usai laga, juru taktik Banteng Badung, Coach Nyoman Heri Palguna, secara ksatria mengakui keunggulan lawan dan memuji jalannya pertandingan yang sangat berkualitas.
“Turnamen ini sangat bagus karena mampu memunculkan talenta-talenta muda berbakat dari desa. Kami akui Banteng Denpasar malam ini lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara anak-anak kami kehilangan fokus di beberapa peluang emas. Semoga ke depan event ini terus berlanjut demi mengharumkan nama Bali,” ungkap Heri Palguna.
Di kubu pemenang, Pelatih Kepala Banteng Denpasar, Coach Anak Agung Ketut Brahmasta, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang telah digembleng selama berbulan-bulan. Kendati demikian, ia menegaskan tidak ingin skuadnya cepat berpuas diri karena lini pertahanan masih menyisakan draf evaluasi.
“Ini adalah partai final yang menguras emosi. Dua gol lawan terjadi karena kurangnya konsentrasi dan koordinasi di lini belakang, ini jadi draf evaluasi penting bagi kami. Apalagi posisi asli Kenzie sebenarnya bukanlah seorang striker murni,” jelas Ketut Brahmasta.
Panggung final ini menjadi kian sempurna bagi Banteng Denpasar setelah sang penyerang andalan, Putu Kenzie Raditya, dinobatkan sebagai Top Skor turnamen dengan torehan fantastis koleksi 11 gol sepanjang kompetisi bergulir.
Sementara pada perebutan tempat ketiga yang digelar sebelumnya, tim Banteng Tabanan tampil perkasa tanpa ampun setelah mencukur perlawanan Banteng Karangasem dengan skor telak 4-0.
Pasca-rampungnya fase daerah ini, Bali kini bersiap merapatkan barisan untuk mengirimkan komposisi tim terbaiknya guna memperebutkan Piala Soekarno di tingkat nasional yang akan segera ditabuh di Kota Surabaya, Jawa Timur.
[ Editor : Sarjana ]













