Bangli, Balijani.id| Puncak Bakti Pamelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, digelar pada Selasa (3/3/2026), bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kasanga I Saka 1947 Tahun 2026.
Upacara pamelaspas tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Pemelaspas Bale Pemaruman lan Pujawali Sasih Kasanga yang telah berlangsung sejak awal Februari 2026.
Prosesi sakral ini di-Upasaksi oleh Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Batur Kanginan didampingi oleh Jero Penyarikan Duhuran Batur, Jero Penyarikan Alitan Batur, Jero Balian Kajanan Batur, Kasinoman/Jero Pakraman Batur, serta Jero Patinggi atau Jero Mekel Batur Utara dan Selatan.
Upacara juga dihadiri oleh Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Gde Putra Sukawati bersama Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan putra putra beliau, Panglingsir Puri Agung Peliatan Tjokorda Gde Putra Nindia, Gubernur Bali beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bali, Komandan Korem 163/Wira Satya Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra beserta jajaran, Bupati Bangli dan Wakil Bupati Bangli, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra (AMP) / Gus Adhi, serta undangan lainnya.
Rangkaian Bakti Pamelaspas Bale Pemaruman di-Puput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Putra Paramadaksa dari Griya Agung Bongkasa Badung, Jero Balian Alas Arum serta Jero Penyarikan Duhuran Alas Arum. Pamelaspas merupakan upacara penyucian dan peresmian bangunan yang telah selesai dibangun sebelum difungsikan sebagai sarana kegiatan keagamaan.
Menurut Ida Pandita Mpu Nabe Putra Paramadaksa menyampaikan bahwa pamelaspas bukan sekadar ritual formal, melainkan proses penyelarasan antara unsur bhuana alit dan bhuana agung.
“Setiap bangunan suci tidak hanya disucikan secara sekala, tetapi juga niskala. Pamelaspas adalah upaya menyatukan stana yang dibangun manusia dengan kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga tempat ini benar-benar layak menjadi ruang suci dalam pelaksanaan Upacara Keagamaan di Pura,” ujar beliau.
Sementara itu, Pamucuk Pura Alas Arum Batur, Jero Lingsir Duhuran, menyampaikan bahwa Bale Pemaruman memiliki makna strategis dan spiritual bagi krama.
“Bale Pemaruman bukan hanya tempat biasa. Ia adalah ruang suci untuk menyatukan pikiran, menyamakan hati, dan menjaga harmoni di wewidangan Pura Alas Arum Batur. Melalui pamelaspas ini, kami memohon agar Bale Pemaruman ini dapat berfungsi dengan baik dalam menunjang pelaksanaan Upacara Upacara suci / Karya Pujawali di Pura Alas Arum Batur,” ungkapnya.
Diiringi Tari Wali Bernilai Sakral
Pelaksanaan bakti pamelaspas turut diiringi sejumlah tari wali yang memiliki makna religius dalam tradisi Hindu Bali serta kearifan lokal Desa Adat Batur, di antaranya Topeng Sidakarya, Wayang Lemah, Tari Baris Batur, dan Rejang Daha Bunga Batur.
Topeng Sidakarya dipentaskan sebagai simbol penyempurnaan upacara. Secara filosofis, “sida karya” bermakna terlaksananya yadnya dengan sempurna, sehingga tarian ini menjadi penegas keberhasilan seluruh rangkaian ritual.
Wayang Lemah digelar pada siang hari sebagai bagian dari ritual sakral, berfungsi sebagai media penyucian dan penyeimbang unsur sekala dan niskala. Pementasan ini bukan hiburan, melainkan persembahan suci yang sarat nilai tattwa dan etika kehidupan.
Tari Baris Batur yang terdiri dari Baris Gede, Baris Jojor, Baris Bajra, Baris Perisi, dan Baris Dadap menggambarkan kesiapsiagaan dan semangat pengabdian para pengayah dalam menjaga kesucian pura. Dalam konteks yadnya, Baris adalah simbol keteguhan menjaga dharma.
Sementara itu, Rejang Daha Bunga Batur yang ditarikan para daha bunga Pura Alas Arum Batur melambangkan ketulusan bhakti dan keindahan persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Gerak yang lembut dan penuh kesadaran menjadi wujud penyambutan atas turunnya berkah dalam momentum suci.
Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dan penuh rasa bhakti. Rahina Purnama yang dipercaya sebagai waktu turunnya cahaya kesucian menjadi momentum spiritual untuk memohon kerahayuan, keselamatan, dan keharmonisan bagi krama Desa Adat Batur secara umum dan krama pangempon/panyungsung Pura Alas Arum Batur pada khususnya.
Dengan rampungnya Bakti Pamelaspas Bale Pemaruman ini, diharapkan bangunan tersebut dapat menjadi ruang sakral yang memperkuat nilai-nilai suci serta keberlanjutan tradisi dan adat istiadat di Pura Alas Arum Batur.
[ Editor : Sarjana ]







