Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

Kolaborasi Keren di Atas Kabut Sekumpul: Saat Desa, Industri, dan Sekolah Bersatu

Balijani.id, 11 Jun 2026, 08:39 WIB
Siswa SMKN 1 Kubutambahan mempraktikkan pelayanan hospitality berstandar industri dengan latar pemandangan Air Terjun Sekumpul.

Buleleng, Balijani.id | Tinggi di atas perbukitan Buleleng, di mana kabut Air Terjun Sekumpul berbisik lembut, ada sebuah cerita inspiratif. Ini bukan cuma soal pelayanan atau kerja biasa, melainkan kisah tentang bagaimana desa, industri, dan sekolah bisa kompak bersatu demi mencetak generasi emas yang tidak lupa dengan kampung halamannya.

Lahirnya Segitiga Emas: HITS adalah Jawabannya

Program Hospitality Integrated Triangle System (HITS) di SMK Negeri 1 Kubutambahan (SKENSA) ini lahir bukan dari ruang rapat ber-AC yang kaku. Program ini muncul dari sebuah keresahan mendalam: “Bagaimana caranya agar lulusan SMK tidak cuma siap kerja, tetapi juga siap membangun desa mereka sendiri?”

Jawabannya adalah dengan menggabungkan dua kekuatan besar, yakni program SMK Membangun Desa dan Kelas Industri. HITS SKENSA hadir sebagai hasil kawin silang yang ideal dari keduanya melalui tiga pilar penguat:

  • Sisi Pertama (SMK Membangun Desa): Di sini, siswa tidak dididik untuk buru-buru merantau ke kota besar setelah lulus. Mereka justru dibekali keterampilan untuk melihat potensi luar biasa di Sekumpul, Kubutambahan, dan seluruh Buleleng sebagai lahan berkarya. Mereka diajarkan bahwa melayani tamu di Hanging Restaurant & Bar sama mulianya dengan memutar roda ekonomi desa.

  • Sisi Kedua (Kelas Industri): Dunia industri bukan lagi seperti “menara gading” yang jauh dan susah digapai. Sekarang, industri masuk ke kelas, dan kelas pun dibawa langsung ke industri. Kurikulumnya disusun bersama, guru belajar dari para praktisi, dan siswa magang dengan standar dunia kerja yang asli.

  • Sisi Ketiga (Fokus pada Siswa): Siswa menjadi aktor utama penyerapan ilmu. Contoh nyatanya ada pada sosok anak muda hebat seperti Ni Kadek Serli Oktaviani dan Made Mandi Ariasa.

Belajar Langsung di “Beranda Sekumpul”

Sebut saja Ni Kadek Serli Oktaviani, siswa Kelas Industri HITS yang kini tengah bertugas di Hanging Restaurant & Bar. Dengan latar belakang pemandangan Air Terjun Sekumpul yang super memanjakan mata, apronnya terikat rapi, lengkap dengan senyum ramah yang tulus.

“Selamat datang di rumah kami,” sapanya hangat kepada para tamu.

Di sini, Serli tidak cuma belajar cara menata piring atau table manners. Lebih dari itu, dia belajar etika dan keramahan khas desa (village manners). Ia belajar cara menjelaskan keunikan kopi Buleleng ke turis asing, mengarahkan tamu ke homestay lokal, dan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan turis bisa berdampak langsung bagi desanya. Jiwa SMK Membangun Desa benar-benar hidup dalam dirinya lewat Kelas Industri ini.

Estafet Alumni: Bukti Nyata Keberhasilan HITS

Di sebelah Serli, ada Made Mandi Ariasa. Mandi adalah alumni Kelas Industri HITS SKENSA yang dulunya sempat menjadi murid pemalu. Sekarang, dia sudah bertransformasi menjadi mentor tangguh bagi juniornya, termasuk Serli.

“Pas lulus, saya bisa langsung tancap gas kerja di sini karena sudah khatam dengan standar yang diterapkan Bu Tira,” cerita Mandi sambil tersenyum.

Mandi adalah bukti hidup kalau sistem segitiga ini berjalan mulus. Sekolah yang melatih, industri yang mengasah, dan alumni balik lagi untuk menguatkan. Siklus inilah yang membuat HITS bukan sekadar program musiman, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan.

Dua Kapten di Balik Layar

Nakhoda di balik layar keberhasilan HITS ini digawangi oleh dua sosok hebat dari dua dunia yang berbeda:

  • Dari Sisi Industri (Luh Tira Mahevy): Beliau adalah pemilik sekaligus manajer Hanging Restaurant & Bar. Miss Tira membuka usaha di kawasan ini bukan untuk mencari tenaga kerja murah, melainkan demi investasi masa depan desa. Prinsipnya simpel tapi dalam: “Kalau anak-anak Kubutambahan hebat, rezeki kita juga bakal hebat.”

  • Dari Sisi Sekolah (Gede Eka Kusuma Abdi, S.Pd.): Pak Eka adalah guru produktif sekaligus salah satu pencetus HITS SKENSA. Dialah yang merajut konsep SMK Membangun Desa ke dalam program Kelas Industri. “Kita tidak mau mencetak siswa yang pintar tapi lepas dari akarnya. HITS adalah cara kami menjaga akar itu tetap kuat, sambil membiarkan mereka tumbuh menjulang tinggi,” tegas Pak Eka di sela-sela membimbing siswanya.

Membangun Tanah Kelahiran

Saat kabut malam mulai turun menyelimuti Sekumpul, Serli menutup shift kerjanya dengan menulis catatan baru di bukunya. Catatan itu bukan cuma soal SOP pekerjaan, tapi tentang impian besarnya: “Suatu hari nanti, aku ingin punya restoran sendiri di desa ini, dan mempekerjakan adik-adik kelasku dari program HITS.”

Inilah tujuan utama dari HITS SKENSA. Pelayanan prima (hospitality) yang keren itu bukan untuk dibawa kabur ke kota besar, melainkan untuk dibawa pulang, ditanam, dan dirawat di desa sendiri. Karena keramahan terbaik adalah ketika kita berhasil membuat tamu jatuh cinta, sekaligus membuat anak-anak mudanya bangga untuk pulang dan membangun tanah kelahiran mereka.

[ Editor : Sarjana ]

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru