Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

HUT ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Minta Kuatkan Keluarga Bali 4 Anak untuk Jaga Masa Depan Bali

Balijani.id, 24 Mei 2026, 12:39 WIB
HUT ke-57 PGSDT, Gubernur Koster Minta Kuatkan Keluarga Bali 4 Anak untuk Jaga Masa Depan Bali

Badung, Balijani.id | Pulau Bali memiliki luas wilayah yang terbatas dengan jumlah penduduk saat ini berkisar di angka 4,4 juta jiwa. Kondisi demografi ini menjadi perhatian serius bagi masa depan kelestarian adat istiadat, tradisi, budaya, sekaligus populasi krama asli Bali di masa mendatang.

“Berkaca dari realita lapangan, jumlah warga asli Bali kian menyusut. Saat ini, mayoritas satu Kepala Keluarga (KK) hanya memilih untuk memiliki dua anak. Dampaknya, nama anak ketiga seperti Nyoman atau Komang, serta anak keempat seperti Ketut hampir punah dan langka ditemukan. Jika jumlah kita semakin sedikit, bagaimana caranya kita mampu mempertahankan dan melestarikan warisan budaya Bali? Untuk itu, saya mengajak setiap rumah tangga krama Bali untuk kembali memiliki empat anak,” tegas Gubernur Bali, Wayan Koster.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Dharma Santi Nyepi Caka 1948 yang dirangkaikan dengan HUT ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) & HUT ke-6 Balapraja Tahun 2026. Kegiatan akbar ini dipusatkan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Minggu (24/5).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menggerakkan program strategis “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang bekerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi terkemuka di Bali untuk menjamin masa depan generasi muda.

Gubernur Wayan Koster pun menyampaikan rasa bangga yang mendalam terhadap eksistensi paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan. Hingga saat ini, pasemetonan ini dinilai konsisten memegang teguh tali persaudaraan serta mengutamakan prinsip luhur saling asah, asih, dan asuh dalam mengawal pembangunan daerah.

“Saya meminta paiketan Para Gotra Sentana Dalem Tarukan untuk turut andil mendukung pembangunan Bali secara menyeluruh, salah satunya dengan menjaga kesucian budaya dan adat istiadat. Kita harus menjadikan Bali sebagai tempat ternyaman bagi semua orang. Ingat, masa depan orang Bali tidak bisa dititipkan kepada orang lain, melainkan hanya bisa dijaga dan dirawat oleh krama Bali itu sendiri,” imbuh Gubernur Koster.

Lebih lanjut, pucuk pimpinan Pemprov Bali ini mengingatkan agar keberagaman kelompok adat di Bali tidak menjadi sekat pembatas dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Pasemetonan itu sangat penting karena merupakan wujud bakti kita kepada leluhur. Namun, jangan sampai hal ini menimbulkan fanatisme sempit yang mengkotak-kotakkan diri,” pesannya.

Peringatan HUT ke-57 PGSDT Provinsi Bali yang dibalut dengan Dharma Santhi ini menjadi momentum refleksi diri (mulat sarira) untuk membangkitkan rasa persaudaraan dan gotong royong demi kedamaian komunal.

Sementara itu, Ketua Umum PGSDT Pusat, I Wayan Jarta, melaporkan bahwa hingga saat ini jajaran Para Gotra Sentana Dalem Tarukan telah memiliki ribuan anggota aktif beserta organisasi sayap Balapraja yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Melalui momentum hari jadi ke-57 ini, pihak pengurus berkomitmen melakukan evaluasi total terhadap program kerja yang telah berjalan. Tujuannya agar mampu menumbuhkan semangat kebersamaan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang harmonis, mandiri, dan sejahtera (sukerta, gemah ripah loh jinawi) berlandaskan falsafah Tri Hita Karana.

Acara ini turut dihadiri oleh Penglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Sabha Wiku PGSDT Ida Shri Rsi Dukuh Putra Bandem, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, serta sejumlah pejabat publik lainnya.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru