Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

BKKBN Bali Apresiasi Gerakan Genting Buleleng Cegah Stunting

Balijani.id, 7 Okt 2025, 10:57 WIB

Buleleng, Balijani.id| Program Genting atau Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting di Kabupaten Buleleng mendapat perhatian khusus dari BKKBN Provinsi Bali. Langkah inovatif ini dinilai efektif membangun kepedulian masyarakat terhadap keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Buleleng, Selasa (7/10).

Ketua Tim Kerja Genting BKKBN Provinsi Bali, Dewa Nyoman Dalem, menyebut Program Genting sebagai salah satu quick win yang patut menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, Buleleng berhasil membangun gerakan nyata melalui partisipasi masyarakat dan lembaga nonpemerintah sejak awal 2025.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Buleleng, terutama tim pengendali Genting. Memang masih kecil, tapi langkah ini sudah sangat baik. Harapannya, koordinasi bisa lebih kuat melalui pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” kata Dewa.

Ia menjelaskan bahwa keluarga berisiko stunting meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan anak di bawah usia dua tahun. Periode seribu hari pertama kehidupan, lanjutnya, menjadi fase penting yang memerlukan intervensi gizi dan edukasi berkelanjutan agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

“Stunting bukan hanya karena kekurangan gizi. Ada faktor lain seperti sanitasi buruk, lingkungan yang tidak sehat, dan pola asuh yang belum tepat. Karena itu edukasi masyarakat menjadi kunci pencegahan,” tambahnya.

Dewa juga menegaskan, meskipun angka stunting di Bali termasuk terendah secara nasional, langkah pencegahan tetap perlu diperkuat agar tidak terjadi peningkatan di masa mendatang.

Sementara itu, Sekretaris DP2KBP3A Kabupaten Buleleng, Nyoman Suyasa, mengungkapkan bahwa Program Genting dilaksanakan dengan empat pendekatan utama: bantuan nutrisi, perbaikan sanitasi, penyediaan akses air bersih, dan edukasi berkelanjutan bagi keluarga berisiko stunting.

“Tidak semua bantuan harus berupa materi. Edukasi tentang pola asuh, pola makan, hingga peningkatan ekonomi keluarga juga bagian penting dari intervensi Genting,” ujar Suyasa.

Ia menyebut hingga saat ini sebanyak 81 orangtua asuh telah bergabung dalam Program Genting di Buleleng. Dari jumlah itu, 21 di antaranya memberikan bantuan langsung, sementara sisanya fokus pada pendampingan edukatif.

Namun, jumlah tersebut masih jauh dari cukup. Berdasarkan data terakhir, terdapat lebih dari 17 ribu keluarga berisiko stunting di Kabupaten Buleleng, dengan sekitar 900 keluarga sudah teridentifikasi mengalami stunting.

“Artinya, kita masih butuh banyak pihak yang mau ikut menjadi orangtua asuh. Stunting ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Harus ada kolaborasi lintas sektor dan gotong royong bersama masyarakat,” tutupnya.

Program Genting diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat pencegahan stunting di Buleleng. Dengan keterlibatan berbagai pihak, cita-cita menghadirkan generasi sehat dan berkualitas di Bali semakin dekat untuk diwujudkan.

Sumber : Buleleng Paten

[ Editor : Sarjana ]

Advertisement
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru