Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

Arus Kendaraan Jawa Membludak, Koster Siapkan Aturan Logistik Bali

Balijani.id, 16 Mar 2026, 15:33 WIB

Denpasar, Balijani.id| Kemacetan panjang terjadi di sejumlah ruas jalan di Bali dalam beberapa hari terakhir, terutama di jalur utama Gilimanuk menuju Denpasar. Kepadatan kendaraan meningkat seiring bertambahnya arus wisatawan domestik yang masuk ke Bali.

Lonjakan kendaraan yang datang dari Pulau Jawa melalui penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu penyebab utama kepadatan tersebut. Jalur darat dari Gilimanuk menuju Denpasar dan Badung kini menanggung beban lalu lintas yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebut peningkatan kendaraan yang masuk ke Bali pada awal Maret tahun ini cukup signifikan. Pemerintah Provinsi Bali mencatat adanya kenaikan arus kendaraan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Memang kondisinya saat ini jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali meningkat cukup besar. Belum lagi banyaknya angkutan domestik yang masuk, tercatat naik sekitar 6 persen,” ujar Koster.

Ia menjelaskan peningkatan tersebut tercatat pada periode 1 Maret hingga 15 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Lonjakan arus kendaraan ini membuat sejumlah ruas jalan mengalami antrean panjang, terutama pada jalur yang menjadi penghubung utama Bali bagian barat menuju pusat aktivitas di selatan.
Meski terjadi kepadatan lalu lintas, Koster mengatakan kondisi tersebut masih bisa ditangani oleh pihak terkait. Ia mengaku sudah meminta instansi terkait untuk melakukan langkah penanganan di lapangan.

“Namun sejauh ini masih bisa diatasi. Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Dirlantas untuk melakukan langkah-langkah penanganan kemacetan,” katanya.

Sebelumnya pihak kepolisian memperkirakan puncak kepadatan arus kendaraan baru akan terjadi pada 17 hingga 18 Maret. Namun kenyataannya lonjakan kendaraan sudah terjadi lebih cepat dari perkiraan.

“Kita juga tidak menyangka akan seramai itu, apalagi kondisi infrastruktur kita memang belum memadai,” kata Koster.

Ia juga menyinggung penambahan armada kapal penyeberangan oleh operator penyeberangan di lintasan Jawa–Bali. Penambahan kapal dinilai membantu memperlancar arus penyeberangan di pelabuhan.

“ASDP sebenarnya sudah melakukan penambahan kapal. Namun persoalannya adalah setelah dari Gilimanuk menuju Denpasar dan Badung kapasitas jalannya masih terbatas,” ujarnya.

Selain keterbatasan kapasitas jalan, kendaraan logistik disebut turut memperparah kemacetan di jalur tersebut. Jalan dari Gilimanuk menuju Denpasar memiliki banyak tikungan dan tanjakan sehingga kendaraan berat bergerak lebih lambat.

“Jalur dari Gilimanuk ke Denpasar memiliki banyak tikungan dan tanjakan. Jika dilalui truk logistik, lajunya sangat pelan. Di belakangnya sering ada bus atau kendaraan lain sehingga antrean menjadi semakin panjang,” jelasnya.

Untuk mengurangi kepadatan di jalur utama tersebut, Pemerintah Provinsi Bali kini mempertimbangkan kebijakan baru yang mengatur pergerakan kendaraan logistik, baik yang masuk ke Bali maupun yang beroperasi di dalam wilayah Bali.

“Karena itu saya sedang mempertimbangkan untuk membuat kebijakan yang mengatur pergerakan kendaraan logistik yang masuk ke Bali maupun yang beroperasi di dalam Bali,” tutup Koster.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalur Gilimanuk–Denpasar yang selama ini menjadi pintu utama mobilitas orang dan barang menuju kawasan pariwisata di Bali. Jika aturan tersebut diterapkan, pengaturan waktu dan pola distribusi kendaraan logistik diperkirakan menjadi salah satu langkah yang akan diprioritaskan pemerintah daerah.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru