BULELENG, BALIJANI.ID — Sebanyak 99 siswa kelas X SMKN 1 Tejakula mengikuti Sosialisasi Pendidikan Demokrasi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini melibatkan siswa dari tiga kompetensi keahlian, yaitu Perhotelan (34 siswa), Akuntansi dan Keuangan Lembaga/AKL (31 siswa), serta Teknik Komputer dan Jaringan/TKJ (38 siswa).
Hadir langsung dalam acara ini Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, bersama Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Buleleng, Ngurah Cahyudi Wiratama. Kehadiran KPU Buleleng ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mengedukasi generasi muda, khususnya pemilih pemula.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Tejakula, I Komang Adi Sukrawan. Beliau mengapresiasi kedatangan KPU Buleleng dan menekankan pentingnya momentum ini bagi siswa untuk memahami konsep dasar demokrasi, tata cara memilih Presiden, Wakil Presiden, serta kepala daerah. Siswa diimbau menyimak materi dengan sungguh-sungguh sebagai bekal menentukan masa depan bangsa.
Sebagai pemateri, Putu Arya Suarnata mengawali sesi dengan mengajak siswa berinteraksi melalui test case sederhana untuk mensimulasikan proses menentukan pilihan. Masuk ke materi inti, ia memaparkan alasan mendasar perlunya pemilu sebagai sarana demokratis memilih pemimpin dan wakil rakyat, yang bertumpu pada tiga unsur utama: peserta, penyelenggara, dan pemilih.
Siswa juga dikenalkan dengan tiga lembaga penyelenggara pemilu beserta perannya masing-masing:
- KPU sebagai pelaksana teknis penyelenggaraan pemilu.
- Bawaslu sebagai pengawas seluruh tahapan pemilu.
- DKPP sebagai penegak kode etik penyelenggara pemilu.
Di samping itu, Putu Arya menyoroti tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Buleleng. Meskipun Buleleng memiliki populasi penduduk terbesar di Provinsi Bali, tingkat partisipasi masyarakatnya masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, edukasi politik bagi generasi muda menjadi kunci penting untuk mendongkrak kesadaran berdemokrasi.
Para peserta juga dibekali pengetahuan praktis mengenai jenis-jenis surat suara, termasuk perbedaan warna, nomor urut, dan nama peserta pemilu agar mereka tidak bingung saat memberikan suara di TPS nanti.
Melalui sosialisasi ini, KPU Buleleng berharap para siswa SMKN 1 Tejakula tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Program edukasi pemilih ke sekolah-sekolah akan terus digencarkan demi meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi.
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana

















