Bukan Sekadar Tempat Pinjam Uang, Menkop Bidik KSP Balo’ta Gerakkan Ekonomi Toraja

Balijani.id, 30 Agu 2026, 20:01 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat melakukan kunjungan kerja ke KSP Balo’ta di Toraja Utara.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong dan jajaran saat melakukan kunjungan kerja ke KSP Balo’ta, Kabupaten Toraja Utara, Minggu (30/8/2026).

TORAJA UTARA, Balijani.id – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta didorong untuk naik kelas. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginginkan koperasi yang beroperasi di Toraja tersebut tidak hanya dikenal sebagai lembaga penyedia pinjaman, melainkan berkembang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Ferry saat melakukan kunjungan kerja ke KSP Balo’ta, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8/2026). Menurut Ferry, koperasi memiliki posisi strategis dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat. Keberadaan KSP Balo’ta yang selama ini menjalankan usaha simpan pinjam dinilai memiliki fondasi yang sangat kuat untuk dikembangkan lebih jauh.

Ia menjelaskan bahwa arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan semangat ekonomi kerakyatan—sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945—sebagai salah satu pijakan utama.

“Presiden Prabowo Subianto mengarahkan bahwa garis ideologi ekonomi harus kembali sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. Artinya, kita harus kembali pada nilai-nilai dasar kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong,” ujar Ferry.

Ferry menilai nilai-nilai dasar tersebut tercermin dalam perjalanan KSP Balo’ta. Meski kegiatan utamanya saat ini bergerak di bidang simpan pinjam, KSP Balo’ta dinilai konsisten menjalankan prinsip ekonomi yang berpihak pada kepentingan anggota dan masyarakat.

Koperasi Tak Boleh Berhenti di Simpan Pinjam

Ferry menegaskan bahwa koperasi modern tidak boleh hanya berhenti sebagai tempat masyarakat mengajukan pinjaman. Koperasi harus mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas anggota, membuka akses pasar, mendorong produktivitas, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi kegiatan ekonomi lokal.

“Koperasi ini tidak hanya mengembangkan usaha simpan pinjam, tetapi juga melakukan pembinaan kepada anggota, termasuk para petani. Kita melihat adanya pembinaan petani dan pengembangan perkebunan percontohan kopi. Ini harus terus diperkuat,” paparnya.

Ia menambahkan, keberhasilan koperasi tidak cukup diukur dari seberapa banyak pembiayaan yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana pembiayaan tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para anggota.

“Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera, dan memiliki posisi tawar yang lebih kuat,” tegasnya.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanaan, Kepala BPS Sulawesi Selatan Aryanto, Staf Khusus Menkop Wahyono, Dirut LPDB-KUMKM Krisdianto, Kadis Koperasi Toraja Utara Amos Arman Patola, Kadishub Tana Toraja Erick Kristal Rantealo, serta Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga beserta jajaran.

Toraja Utara Targetkan 151 KDKMP

Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian. Keberadaan koperasi daerah terus diperkuat, termasuk melalui sinergi dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Frederik mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 49 koperasi aktif di Toraja Utara pasca-pemekaran daerah. Dari target 151 KDKMP, sebanyak 19 unit telah rampung dipromosikan secara fisik, sementara 4 unit lainnya dalam tahap konstruksi.

“Pembangunan KDKMP yang sudah rampung 100% ada 19 unit, sementara sekitar 4 unit masih dalam proses konstruksi—ada yang sudah mencapai 90% dan 60%. Dari target total 151 KDKMP, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawalnya,” jelas Frederik.

Pengawasan pemda dianggap vital agar pembangunan koperasi tidak sekadar berfokus pada fisik, tetapi juga diimbangi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan tata kelola usaha.

Aset KSP Balo’ta Melonjak 609 Persen

Pada kesempatan yang sama, Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga memaparkan capaian signifikan koperasinya. Total aset KSP Balo’ta melonjak hingga 609 persen sejak 2014. Per Juli 2026, nilai aset KSP Balo’ta telah menembus angka Rp1,9 triliun.

Pertumbuhan aset yang megah ini menjadi modal berharga untuk memperluas peran KSP Balo’ta. Selain mengelola simpan pinjam, KSP Balo’ta juga dipercaya Pemda untuk memberikan pembinaan kepada sekitar 200 pengurus KDKMP.

Dedi mengapresiasi dukungan Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang terus membantu permodalan dan fasilitas modal kerja.

“Kurang lebih 40 KDKMP di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara dapat bersinergi dengan baik untuk mewujudkan program strategis nasional, sekaligus menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan,” tutur Dedi.

Dorongan Masuk ke Sektor Riil

Arah kebijakan Menkop mendorong KSP Balo’ta untuk tidak hanya bertumpu pada sektor finansial semata, melainkan merambah sektor riil seperti pertanian dan perkebunan kopi percontohan. Langkah ini relevan bagi kawasan Toraja yang kaya akan potensi komoditas unggulan.

Melalui kemitraan, pembinaan, dan perluasan akses pasar, koperasi diharapkan mampu memangkas rantai pasok ekonomi sehingga nilai tambah dapat dirasakan langsung oleh anggota.

Konsolidasi yang solid antara KSP Balo’ta, KDKMP, pemerintah daerah, LPDB, serta para pelaku usaha menjadi kunci utama dalam memajukan perekonomian berbasis rakyat di tanah Toraja.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru