Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.

Menggerakkan Ekonomi Rakyat: Gubernur Wayan Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Hidup UMKM Bali

Balijani.id, 9 Agu 2026, 03:33 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster secara simbolis menumbuk alu ke lesung menandai pembukaan BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 di Pulau Peninsula Nusa Dua

BADUNG, Balijani.id | Suasana kawasan Sidewalk Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Badung, terasa semarak pada Sabtu (8/8/2026) petang. Kawasan pariwisata berkelas dunia tersebut menjadi ruang lebur bagi seni budaya, kreativitas, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga wisatawan mancanegara melalui gelaran BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026.

Pembukaan resmi ditandai secara simbolis melalui penumbukan alu ke lesung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka, serta Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga. Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 8–9 Agustus 2026.

Ruang Interaksi dan Napas Baru Pariwisata Bali

Bagi Gubernur Wayan Koster, Nusa Dua Eco Market bukan sekadar ajang menciptakan keramaian temporer. Ia menilai agenda ini sebagai langkah konkret pengelola kawasan (ITDC) untuk mendekatkan pariwisata berkelas dunia dengan masyarakat lokal, khususnya warga Desa Bualu.

“Ini cara yang sangat bagus bagi ITDC untuk berinteraksi dengan wisatawan dan masyarakat sekitar. Acara ini memberi wahana yang hidup bagi para wisatawan yang ingin keluar dari kamar hotel untuk bersantai di taman sambil menikmati hiburan,” ujar Wayan Koster.

Ia mencontohkan interaksi nyata di lapangan, seperti wisatawan asal London yang memboyong keluarganya untuk menikmati suasana malam di Peninsula. Kehadiran ruang hiburan semacam ini dinilai efektif menghidupkan kawasan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.

Refleksi Ekonomi Bali 2026: Kualitas Wisatawan Meningkat

Dalam sambutannya, Wayan Koster turut memaparkan kondisi terkini perekonomian Bali yang masih didominasi sektor pariwisata hingga 66 persen. Oleh karena itu, menjaga ekosistem pariwisata yang aman, kondusif, dan berkualitas menjadi prioritas utama.

Berdasarkan data hingga 31 Juli 2026, menunjukkan dinamika menarik dalam pariwisata Bali:

  • Wisatawan Mancanegara (Wisman): Tumbuh sekitar 0,4% (year-on-year) dengan rata-rata kedatangan 22.000–24.000 orang per hari.

  • Wisatawan Domestik: Mengalami penurunan sekitar 8% akibat dampaknya kenaikan harga avtur yang memicu tingginya harga tiket pesawat.

  • Tingkat Hunian Hotel (Occupancy Rate): Meski jumlah wisatawan domestik turun, okupansi hotel berizin justru melonjak hingga rata-rata 90%, bahkan mencapai lebih dari 95% di kawasan ITDC (didominasi hotel bintang lima dan bintang lima plus).

Kenaikan okupansi hotel berkualitas ini berdampak positif pada Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) se-Bali yang mencapai Rp 4,1 triliun per 31 Juli 2026 (naik dari Rp 3,8 triliun pada periode yang sama tahun 2025). Dari jumlah tersebut, Kabupaten Badung menyumbang porsi terbesar, yakni Rp 2,9 triliun (71%).

Pesan Khusus Koster: “UMKM Jangan Pulang Bawa Dagangan”

Salah satu poin menarik dari arahan Gubernur Bali adalah penekanannya agar keberadaan Eco Market benar-benar memberi manfaat finansial langsung bagi UMKM, bukan sekadar etalase pameran.

Gubernur meminta ITDC dan Bank BRI bertanggung jawab memastikan produk UMKM yang dipamerkan dapat habis terjual.

“Kalau acara tutup, jangan sampai ada barang sisa yang dibawa pulang. Bapak (ITDC & BRI) bertanggung jawab beli semua. Kasihan pelaku UMKM yang sudah jauh-jauh datang, seperti dari Jembrana,” seloroh Koster yang disambut senyum hangat para hadirin.

Ia pun menyarankan konsep “Berbelanja dan Berbagi”, di mana sisa produk UMKM dibeli oleh penyelenggara untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat lokal atau dijadikan cenderamata bagi wisatawan. Konsep ini dinilai menciptakan harmoni dan kebahagiaan bersama.

Melihat potensi positifnya, Koster meminta agar kolaborasi serupa kembali digelar pada Desember 2026 mendatang.

Mewujudkan Nusa Dua Sebagai Living Destination

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka, menjelaskan bahwa BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 merupakan bagian dari destination activation untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Selama dua hari penyelenggaraan, sebanyak 50 tenant UMKM menghadirkan ragam kuliner, fesyen, dan produk kreatif. Selain itu, pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan:

  • Olahraga & Kesehatan: Yoga, Zumba, dan workshop.

  • Seni & Hiburan: Tari Nusantara, Bali Blasting Performance, Bali Shelter, Bali Safari Parade, hingga fashion show.

  • Diskusi: Talk show dan kuis interaktif.

“Kami ingin Nusa Dua tidak hanya dikenal sebagai tempat menginap berkelas dunia, tetapi juga sebagai living destination yang hidup sepanjang tahun dengan aktivitas budaya, komunitas, dan hiburan,” jelas Troy.

Sementara itu, Sub Brand Office Head Nusa Dua, Risan Hanuraga, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional. Melalui kolaborasi ini, BRI berharap pelaku usaha lokal dapat memperluas jaringan dan mengakses pasar pariwisata yang lebih luas.

[ Editor : Sarjana ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru