Denpasar, Balijani.id | Rangkaian Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster. Acara penutupan berlangsung khidmat pada Selasa (Anggara Pon, Langkir), 30 Juni 2026, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar.
Momentum penutupan ini sekaligus menandai dimulainya persiapan Bulan Bung Karno IX Tahun 2027 melalui peluncuran tema baru, yaitu “Kirtya Wana Kerthi”: Bertumbuh-Berakar Gema Perjuangan Bung Karno.
Sebagai informasi, Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 mengusung tema “Kawya Atma Kerthi” (Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator). Tema ini merefleksikan semangat untuk merawat nilai-nilai perjuangan Bung Karno sebagai fondasi utama pembangunan karakter bangsa. Selama sebulan penuh, berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan kebudayaan telah sukses digelar sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai kebangsaan, khususnya bagi generasi muda.
Apresiasi Kolaborasi Solid Seluruh Pihak
Dalam sambutannya, Sekda Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno ke-VIII berjalan dengan sangat baik berkat kolaborasi solid dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Bali pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, panitia, lembaga pendidikan, serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini.
“Pelaksanaan Bulan Bung Karno tahun ini berjalan dengan baik sesuai agenda yang telah direncanakan. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar,” ujar Dewa Made Indra.
Penyerahan Penghargaan Lomba dan Peluncuran Tema Baru
Pada kesempatan tersebut, Sekda Bali juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Kompetisi tersebut meliputi Lomba Pidato, Lomba Cipta-Baca Puisi, serta Lomba Tari Teruna Jaya tingkat SMP dan SMA.
Para pemenang dinilai berhasil menampilkan kreativitas tinggi sekaligus pemahaman mendalam terhadap semangat perjuangan, kebudayaan, dan nasionalisme yang diwariskan oleh Sang Proklamator.
Selain menjadi ajang apresiasi, penutupan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan tema tahun 2027, “Kirtya Wana Kerthi”. Tema ini menegaskan pentingnya menyelaraskan antara perjuangan ideologis Bung Karno dengan kesadaran ekologis serta pelestarian alam. Melalui tema baru ini, masyarakat Bali diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat perjuangan yang berakar kuat pada nilai kebangsaan sekaligus selaras dengan harmoni alam.
Menutup sambutannya, Dewa Made Indra menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ia menegaskan bahwa seluruh catatan evaluasi akan menjadi bahan penyempurnaan demi penyelenggaraan yang lebih baik di masa mendatang.
“Apa pun yang masih kurang pada tahun ini akan menjadi catatan untuk dievaluasi dan disempurnakan pada tahun mendatang. Apa yang sudah baik tentu akan kita pertahankan,” tegasnya.
[ Editor: Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













