News  

Mahasiswa FISIP UNSRI Bantu Petani Nanas Kelola Limbah Jadi Pupuk

Balijani.id, 14 Sep 2025, 07:25 WIB

Muara Enim, Balijani.id| Harapan baru bagi pekebun nanas di Desa Pinang Banjar mulai tumbuh lewat sentuhan ilmu dari kampus. Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI) hadir membawa gagasan segar lewat Program Kerja Nyata bertajuk “Cogito Cerdas Sosial 2025”, Sabtu (13/9/2025).

Bukan sekadar pengabdian rutin, kegiatan ini menjadikan balai desa Pinang Banjar sebagai ruang belajar bersama. Kepala Desa Pinang Banjar, Marzuan, Sekretaris Desa Darwis, perwakilan Kecamatan Gelumbang, Duta Tani, dan puluhan warga yang mayoritas pekebun nanas ikut hadir menyimak materi yang disampaikan mahasiswa UNSRI bersama para dosen.

Direktur Utama BO Cogito FISIP UNSRI, Muhammad Garib Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga bentuk nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana kami berupaya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian,” ujarnya.

Salah satu isu yang disoroti adalah penyakit layu nanas yang kerap menurunkan produktivitas. Selain itu, limbah nanas yang sebelumnya terbuang ternyata bisa diolah kembali menjadi pupuk organik. Penjelasan ini disampaikan langsung oleh dosen Fakultas Pertanian UNSRI, Titi Tricahyati, S.P., M.Si.

“Memberikan edukasi bagi pekebun nanas dan mendorong pekebun bisa menerapkan teknologi dan bagaimana mengelola limbah nanas agar bisa dimanfaatkan kembali,” tuturnya, didampingi Arsi, S.P., M.Si.

Antusiasme warga terlihat saat sesi tanya jawab. Weli (50), seorang pekebun, mengaku baru mengetahui bahwa limbah nanas bisa menjadi pupuk yang bermanfaat.

“Selama ini belum mengetahui bahwa pupuk olahan juga bisa dihasilkan dari limbah nanas dan terima kasih hari ini kami bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan pupuk buatan dan juga bagaimana mengatasi hama yang sering menjadi kendala,” ucapnya.

Kepala Desa Pinang Banjar, Marzuan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UNSRI.

“Kami sangat berterima kasih kepada UNSRI atas kolaborasi ini. Semoga dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini, para petani nanas di desa kami dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PKN Cogito Cerdas Sosial 2025, Siti Aysiah, menegaskan kegiatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang.

“Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat PKN: CCS 2025, diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi panitia, tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata dalam menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Program ini menorehkan jejak baru dalam hubungan kampus dengan masyarakat. Bagi pekebun nanas Pinang Banjar, ilmu yang dibawa mahasiswa UNSRI bukan hanya sekadar wacana, melainkan solusi nyata yang memberi arah baru bagi masa depan pertanian ramah lingkungan di Muara Enim.

[ Reporter : Marsidi ]

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru