News  

Beji Dewa Ayu Mutering Taman Tirta Sari Untuk Melukat Sampai Wisata Spiritual

Balijani.id, 30 Sep 2023, 15:41 WIB

Buleleng, Balijani.id ~ Dalam Upaya Pelestarian Adat Budaya Leluhur nusantara serta Napak Tilas dibeberapa tempat suci dan Tempat bersejarah serta tempat suci yang akan dibangun, Paguyuban Spiritual Taksu Kundalini Buleleng yang dipimpin Langsung oleh Ketua Umumnya Jero Gede Armadayasa bersama beberapa anggotanya pada Sabtu (30/9/2023)

Perjalanan menyusuri wilayah tengah Buleleng, dan melalui jalan berkelok kelok dari arah seririt menuju Desa Tirtasari ,tibalah disalah satu kawasan di daerah Tirta sari, dimana sesuai Info yang diperoleh di kawasan ini ditemukan Beji atau Sumbermata air. Ada dua mata air yang ditemukan satu diantaranya sudah ditemukan sudah ratusan tahun namun lama tidak difungsikan dan baru mulai dibangun atau ditata ulang sekitar awal tahun 2023. Dan juga ada Mata iar yang baru ditenukan yakni Mata air sudamala, serta ada beberapa Batu yang berbentuk Linga Yoni di sebelah Beji serta juga Penemuan batu yang menyerupai penyu, dimana penemuan Beji ini diawali petunjuk gaib yang didapatkan pemangku pura setempat selanjutnya Beji ini diberi nama Beji Dewa Ayu Mutering Taman Tirta Sari.

Untuk mencapai lokasi Beji perlu perjuangan yang ekstra dengan melewati Perkebunan cengkeh serta menyusuri jalan yang sedikit curam menurun , namun semuanya akan dibayar lunas sampai di tempat Beji karena disana akan menemukan pemandangan yang sejuk serta Vibrasi dan aura yang sangat spiritual dengan Gemericik air sungai yang menambah kedamaian tempat tersebut.

Pemangku Beji, Jro Mangku Dana Arsa yang didampingi Mangku Istri Jro Surya menjelaskan, di Beji Dewa Ayu Mutering Taman Tirta Sari baru dibangun satu pelinggih Beji yang Berupa bangunan Tugu serta akan dibangun beberapa Pelinggih dan Bangunan Pelengkap , diantaranya Pelinggih Inti sebagai Payogan Ida Dewa Ayu Taman Beji dan juga Pelinggih Bhatara Lingsir,serta beberapa Arca Macan Poleng maupun Macan Ireng, mengenai Pujawali atau Piodalan Beji Dewa Ayu Mutering Taman Tirta Sari ini dilaksanakan setiap Buda Krulut” Imbuh Jro Mangku yang dulu pernah Bekerja di maskai Garuda ini.

Untuk diketahui Pembangunan Beji ini sementara masih dilakukan secara Swadaya ,sambil menunggu dan berharap ada Atensi dari Pemerintah Desa karena bagaimanapun Kawasan Beji ini juga dibangun untuk mensuport Program Desa Tirta sari dalam Pembangunan kawasan Desa Pariwisata terutama terkait Pariwisata Spiritual.

Selain itu Di sini juga terdapat sumber mata air Sudamala yang digunakan sebagai air suci untuk malukat. Mata air tawar dari bebatuan di pinggir Sungai itu dipercaya berasal dari kawasan suci Tiga Desa yakni Desa Pedawa, Desa Banyuseri dan Desa Tirta sari yang tepat ditengah tengah batas itu terdapat Pohon Ee Besar yang terkenal Angker.

“Selain di Beji Di sumber mata air Sudamala Itu juga untuk memohon pangelukatan, pangeleburan (melebur energi buruk). Banyak kejadian, keanehan-keanehan. Kadang-kadang saat dilukat, yang bersangkutan merasakan panas pada tubuhnya. Ada juga yang kerauhan, jadi banyak keanehan yang terjadi di sini. Mereka datang ke sini ada yang berdasarkan petunjuk, ada yang karena sakit-sakitan, maupun penekun spiritual, Biasanya lebih sering yang dan datang dari lingkungan atau kawasan daerah Tirtasari dan Desa Sekitar namun banyak juga yang datang dari luar daerah Titasari ke sini,” ujarnya.

Dan berharap Masyarakat sekitar dan masyarakat umum yg memang senang Spiritual dan memiliki keyakinan akan mujizat Melukat dipersilahkan oleh Jero mangkunya untuk datang ke Beji ini dengan membawa Pejati saja atau Bunga dan Dupa sebagai alat persembahyangan, Dimana di Beji ini juga ada Ratu Aji Mangku Ida Bagus Putu Arsana yang ngaturang ayah dari Gerya Gede Kayuputih Banjar Taman didampingi Ratu Byang Mangku Ida Ayu Kade Resmiadi yang akan memberikan Terapi serta medeteksi lewat penerawangan Beliau sebagai Jan banggul Ida Bhatara Lingsir.

Penulis : Jro MK Armadayasa

Editor : Nyoman Sarjana

Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru