Trilogi Fesyen Putri Koster: Dorong Endek Jembrana Naik Kelas Lewat Seni, Bisnis, dan Perlindungan Hukum

Balijani.id, 30 Agu 2026, 09:07 WIB
Ibu Putri Koster saat memberikan sosialisasi Trilogi Fesyen Endek Jembrana di Jembrana
Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster, saat mengisi talkshow dalam rangkaian Dekranasda Bali Fashion Road Show di Jembrana, mengusung konsep Trilogi Fesyen untuk mengangkat tenun Endek lokal.

JEMBRANA, Balijani.id — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, terus mendorong penguatan ekosistem kain tenun tradisional Endek dengan mengintegrasikan tiga aspek utama: seni, bisnis, dan perlindungan hukum. Langkah strategis ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekonomi warisan wastra, menjamin keberlanjutan perajin, sekaligus melindungi kekhasan motif daerah.

Hal tersebut ditegaskan Ibu Putri Koster saat mengisi talkshow dalam rangkaian Dekranasda Bali Fashion Road Show di Radio Dirgantara Jembrana, Kamis (27/8). Dalam kesempatan tersebut, beliau hadir didampingi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Gede Agus Astapa.

Menurut Ibu Putri Koster, salah satu tantangan paling krusial yang dihadapi industri tenun tradisional saat ini adalah minimnya regenerasi akibat ketidakseimbangan antara rumitnya proses pembuatan dengan nilai ekonomi yang diterima para penenun.

“Secara global, penenunan kain tradisional Endek Bali saat ini mengalami kesulitan regenerasi. Tenaga penenun semakin menipis karena mungkin karya dan harganya belum sesuai,” ungkapnya.

Guna mengatasi persoalan tersebut, ia berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan kain Endek, termasuk mendorong terciptanya keseimbangan antara kualitas produk dan harga jual di pasaran.

“Selain menjaga kualitas, saya akan terus mengawal penyesuaian harga agar kain yang dihasilkan seimbang antara kualitas karya dan harga jualnya,” tegas Ibu Putri Koster.

Ibu Putri Koster saat memberikan sosialisasi Trilogi Fesyen Endek Jembrana di Jembrana
Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster, saat mengisi talkshow dalam rangkaian Dekranasda Bali Fashion Road Show di Jembrana, mengusung konsep Trilogi Fesyen untuk mengangkat tenun Endek lokal.

Kabupaten Jembrana menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus mengingat daerah ini merupakan salah satu sentra tenun tradisional dengan motif yang sangat khas. Ibu Putri Koster mengingatkan agar pengembangan desain dan industri fesyen modern tidak sampai menghilangkan identitas kebudayaan setempat.

Oleh karena itu, perlindungan hukum berupa pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap motif tradisional maupun kontemporer menjadi prioritas. Pemerintah diharapkan hadir melalui politik kebudayaan yang tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memberi ruang ekonomi bagi perajin.

“Kain tenun mampu memberikan dampak estetika yang indah sekaligus menggerakkan roda ekonomi. Dengan desain yang kontinu dan konsisten, saya yakin kita mampu melindungi karya cipta lokal agar berdaya saing di kancah nasional hingga internasional,” jelasnya.

Ibu Putri Koster merangkum konsep ini dalam Trilogi Pengembangan Fesyen:

  • Seni: Menjaga identitas, keaslian, dan nilai-nilai budaya.
  • Bisnis: Memastikan karya memberi manfaat ekonomi yang layak bagi para perajin.
  • Perlindungan Hukum: Mengamankan hak cipta karya dan motif tradisional dari klaim pihak luar.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat Bali untuk aktif menyerap produk tenun lokal. Pembelian langsung dari sentra-sentra tenun daerah dinilai ampuh menghidupkan ekosistem usaha masyarakat sekaligus menarik minat generasi muda untuk meneruskan tradisi menenun.

“Seraplah kain tenun yang dihasilkan masyarakat lokal. Dengan demikian, ekosistem tenun bergerak optimal melalui trilogi fesyen ini,” tambahnya.

Usaha keras menggemakan Endek kini mulai membuahkan hasil. Kain tenun tradisional Bali kian digemari dalam berbagai bentuk busana modern, baik oleh warga lokal, wisatawan, hingga pejabat nasional.

“Meskipun perjuangan ini terasa terengah-engah, saya bangga kain Endek Bali makin disukai warga Bali. Bahkan, tidak sedikit wisatawan dan pejabat luar daerah yang bangga mengenakan pakaian berbahan Endek Bali,” terangnya.

Melalui program Dekranasda Bali Fashion Day, Fashion Week, dan Fashion Road Show, Dekranasda Bali terus mempertemukan kekuatan tradisi dengan kreativitas para desainer modern agar Endek berkembang menjadi bagian dari industri kreatif global.

Sementara itu, Ketua KPID Bali, Gede Agus Astapa, mengapresiasi langkah ini dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong-royong mendukung karya perajin lokal.

“Sebagai warga Bali, tentu kita memiliki kewajiban dan kesadaran untuk menjaga seni, tradisi, dan budaya. Salah satu cara terpenting adalah dengan memberi ruang bagi perajin lokal dan bangga mengunakan produk mereka,” ujar Agus Astapa.

Pesan penguatan ekosistem wastra Bali ini juga disuarakan Ibu Putri Koster dalam sesi talkshow selanjutnya di Radio Swara Bahana Jembrana sebagai bagian dari penutupan rangkaian kegiatan hari itu.

Kredit Editorial

  • Editor: Nyoman Sarjana
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru