BALI, Balijani.id | Inisiatif kerja sama regional strategis “Trio Gubernur Bali-Nusra” menghadirkan kolaborasi erat antara tiga kepala daerah: Gubernur Bali (Wayan Koster), Gubernur Nusa Tenggara Barat (Lalu Muhamad Iqbal), dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (Emanuel Melkiades Laka Lena).
Di tengah krisis akibat gempa bumi Flores, ketiga pemimpin ini hadir bahu-membahu mempercepat pemulihan masyarakat. Aksi nyata ini membuktikan bahwa komitmen untuk melebur sekat birokrasi dan membangkitkan kembali kawasan Sunda Kecil sebagai “Segitiga Pertumbuhan Baru” (Golden Triangle) di Indonesia Timur bukan sekadar wacana.
Lima Sektor Prioritas Kerja Sama Regional Bali-Nusra
Landasan integrasi ini telah dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lintas sektor pada awal tahun 2026. Kerangka utamanya berfokus pada pemanfaatan potensi wilayah yang saling melengkapi (komplementer) melalui lima sektor prioritas:
-
Pariwisata Integratif (Superhub Pariwisata): Kawasan Bali-Nusra diposisikan sebagai superhub pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). NTB dan NTT tidak lagi diposisikan sebagai pesaing Bali, melainkan bagian dari satu paket destinasi terpadu. Wisatawan yang berkunjung ke Bali diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi unggulan tetangga, seperti Sirkuit Mandalika di NTB maupun Labuan Bajo di NTT.
-
Konektivitas dan Transportasi Antarwilayah: Guna mendukung integrasi pariwisata dan efisiensi rantai pasok ekonomi, konektivitas di sektor transportasi udara, darat, dan laut terus diperkuat. Transportasi yang lancar memastikan mobilitas wisatawan serta distribusi logistik antarpulau berjalan lebih cepat dan efektif.
-
Aglomerasi Ekonomi dan Rantai Pasok: Kerja sama ini membentuk satu kesatuan ekosistem ekonomi yang saling menyokong kebutuhan komoditas pangan dan tenaga kerja. Sebagai contoh, hasil pertanian, produk peternakan, dan pasokan logistik dari NTT dan NTB disalurkan secara terarah untuk memenuhi kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata di Bali serta Labuan Bajo.
-
Transisi Energi Terbarukan: Ketiga provinsi berkomitmen mengembangkan potensi energi bersih lokal. Sinergi ini memfasilitasi transfer teknologi dan pembangunan infrastruktur hijau ramah lingkungan demi menjaga kelestarian ekosistem di sepanjang koridor Bali, NTB, dan NTT.
-
Penataan Ruang Berbasis Kelestarian Budaya dan Lingkungan: Pembangunan kawasan Golden Triangle dikawal ketat oleh regulasi tata ruang yang tersinkronisasi antarwilayah. Hal ini memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan selaras tanpa merusak kearifan lokal, adat istiadat, maupun daya dukung lingkungan setempat.
Solidaritas Bali-Nusra untuk Korban Gempa Flores
Sinergi kawasan ini diwujudkan secara nyata dalam penanganan bencana gempa bumi di Flores:
-
Kunjungan Bersama: Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tiba di Bandara Labuan Bajo untuk meninjau langsung dampak gempa bumi M 7,7 yang melanda wilayah Flores.
-
Penyaluran Bantuan: Pemerintah Provinsi Bali dan NTB bersinergi dengan Kodam IX/Udayana dalam mengirimkan tim medis, bantuan logistik, serta melakukan asesmen kebutuhan warga di lokasi terdampak.
-
Koordinasi Pemulihan: Kehadiran para pemimpin daerah disambut langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena guna mengoordinasikan percepatan pemulihan psikologis dan perbaikan infrastruktur bagi para pengungsi.












