TABANAN, Balijani.id | Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, Drs. I Wayan Ariasa, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Selemadeg Barat, Selasa (14/7).
Dalam kesempatan tersebut, I Wayan Ariasa menyampaikan materi krusial mengenai etika komunikasi di era digital sekaligus memberikan workshop pembuatan konten kreatif sekolah bagi para siswa baru. Kegiatan ini dirancang untuk membekali generasi muda agar mampu berkomunikasi secara santun, bijak menggunakan media sosial, serta produktif menghasilkan karya digital yang bermanfaat.
Setiap Siswa Adalah Duta Sekolah di Dunia Maya
Di hadapan ratusan peserta MPLS, Ariasa menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital hari ini wajib diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, ruang berkarya, serta panggung untuk mempromosikan berbagai prestasi sekolah secara bertanggung jawab.
“Setiap siswa adalah duta sekolah. Apa yang kita unggah di media sosial mencerminkan kepribadian diri sendiri sekaligus nama baik institusi tempat kita belajar. Oleh karena itu, mari bangun budaya komunikasi yang santun, cerdas, serta jauh dari hoaks maupun ujaran kebencian,” ujar Ariasa mengingatkan.
Pelatihan Dasar Menjadi Konten Kreator Positif
Tidak hanya memberikan teori, Ariasa juga membimbing para siswa melalui pelatihan dasar pembuatan konten kreatif. Materi yang diajarkan meliputi:
-
Cara menentukan ide konten yang menarik.
-
Teknik pengambilan gambar dan video yang estetis hanya menggunakan telepon pintar (smartphone).
-
Cara menyusun narasi (storytelling) yang informatif dan memikat penonton.
Melalui pelatihan praktis ini, para siswa baru didorong untuk berani tampil menjadi kreator konten yang mampu menyebarkan informasi positif mengenai aktivitas, kreativitas, dan prestasi di lingkungan SMP Negeri 2 Selemadeg Barat.
Lahirkan Generasi Muda yang Cakap Digital dan Beretika
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi di sepanjang acara. Kegiatan berlangsung interaktif, di mana para siswa aktif mengikuti sesi diskusi kelompok, praktik langsung pembuatan konten sederhana, serta tanya jawab seputar tips aman dan bijak dalam bermedia sosial.
Di akhir acara, Ariasa yang juga menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan ini berharap, pembekalan sejak dini ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak sekadar cakap memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki etika komunikasi yang baik.
Dengan pemahaman ini, mereka diharapkan mampu berpikir kritis dalam menyaring informasi dan menjadi agen penyebar konten positif, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.
[ Editor : Sarjana ]
Kredit Editorial
- Editor: Nyoman Sarjana













