Karangasem, Balijani.id| Di tengah ketatnya persaingan platform digital pariwisata, pelaku industri wisata lokal di Bali mulai menunjukkan arah baru. Mereka tidak lagi ingin hanya menjadi pengguna sistem global, tetapi mulai bergerak membangun ekosistem digital sendiri yang diklaim lebih berpihak kepada pelaku usaha lokal dan ekonomi daerah.
Langkah itu terlihat dalam kegiatan Familiarization bersama Amed Project Community’s yang digelar di Amed pada 16 Mei 2026. Kegiatan ini mempertemukan pelaku akomodasi, restoran, transportasi, hingga pelaku wisata lokal dalam satu forum diskusi untuk membahas masa depan pariwisata Bali di era digital.
Dalam forum tersebut, My Bali Friendz hadir memperkenalkan konsep New Bali Digital Tourism Ecosystem, sebuah gagasan pengembangan ekosistem pariwisata digital yang berorientasi pada penguatan ekonomi lokal dan konektivitas antar komunitas wisata di Bali.
Mengusung tagline “Rooted in Bali, Connecting People and Communities”, My Bali Friendz menegaskan posisinya sebagai platform digital yang dibangun dari Bali untuk Bali. Fokus utamanya tidak hanya menghubungkan wisatawan dengan layanan terbaik di Pulau Dewata, tetapi juga memperkuat UMKM, bisnis hospitality, pemilik vila, penyedia transportasi, hingga restoran lokal.
Focus Group Discussion dalam kegiatan itu dipandu langsung oleh Gus Mahendra selaku Chief Commercial Officer My Bali Friendz, bersama Gede Tirta sebagai Chief Operating Officer, Made Sani selaku Chief of Hospitality sekaligus pemilik Made’s Dream Villa Amed, serta Yan Adi sebagai Chief Marketing Officer bersama tim MBF lainnya.
Salah satu keunggulan yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah layanan 911 Recovery melalui MBF Hospitality Team. Sistem ini dirancang untuk menangani berbagai persoalan mitra secara cepat melalui mekanisme konseling, evaluasi, hingga pelatihan berbasis standar operasional yang telah disiapkan internal perusahaan.
Keunggulan itu disebut menjadi pembeda utama dibandingkan platform OTA lainnya. Sebab, My Bali Friendz hadir dengan pendekatan yang lebih dekat kepada pelaku usaha lokal, karena dibangun dan dijalankan langsung oleh sumber daya lokal yang memahami kebutuhan industri pariwisata Bali.
Ketua Amed Project Community’s, Wayan Sudiarta, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi ruang baru bagi pelaku wisata lokal untuk memperkuat posisi mereka dalam menghadapi perubahan industri yang semakin kompetitif.
Kolaborasi antara My Bali Friendz dan Amed Project Community’s menjadi pesan kuat bahwa pariwisata Bali sedang bergerak ke arah baru. Bukan sekadar mengikuti perkembangan digital, tetapi mulai membangun sistem sendiri agar pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama di rumahnya sendiri.
[ Editor : Sarjana ]













