Advertisement
Kirim Opini Balijani
✍️ Kirim Opini ke Redaksi
Sampaikan pandangan, ulasan, atau kritik membangun Anda.
News  

Desa Wisata Sudaji Ditargetkan Menjadi Acuan Pembangunan Desa Wisata di 33 Provinsi

Balijani.id, 2 Agu 2023, 18:03 WIB

Singaraja, Balijani.id — Setelah Desa Sudaji meraih juara umum II terbaik nasional dalam ajang ADWI 2022, kini desa Sudaji sedang berbenah untuk memfollow up kegiatan lainnya bersama Stake Holder terkait.

Hal ini disampaikan oleh Owner Omunity I Ketut zanzan yang merupakan desa penggerak Desa Wisata Sudaji, pada Senin (31/08/2023).

“Setelah mendapat juara umum II itu merupakan tanggung jawab ,berat ini hal ini tentunya harus ditindak lanjuti bersama dengan melibatkan semua sektor terkait,” ujar Ketut zanzan.

Artinya, ditambahkan oleh Ketut zanzan kita bersama menguatkan lagi proses pasca sertifikasi yang dilakukan tahun lalu, seperti saat ini yang dilakukan Manya salah satu peneliti mahasiswa yang berasal dari India.

Belum lagi beberapa daerah yang ingin menjadikan Desa Sudaji menjadi pakem dan rujukan dari daerah daerah lain di 33 provinsi di Indonesia.

Dan ini merupakan peluang bagi Desa Sudaji untuk mempromosikan diri di desa wisata lain di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaan tekhnisnya, apakah dikelola oleh Desa adat atau Desa Dinas itu merupakan tanggung bersama.

“Sebenarnya Desa Sudaji sudah mendapatkan sesuatu yang luar biasa, belum lagi mendapatkan juara umum maju ini sebenarnya bisa menjadikan kita GIAHS Globali Importand Agriculture Heritages Sistem, yang selangkah lagi dapat dibantu oleh IDB, the next kita akan masuk ke Gen dan itu sudah luar biasa,” terang Ketut zanzan.

Dan dari Gen itu luar bisa menjadi Globaly Eco-Village Network, itu sudah meliputi lima kontinen (Benua) di dunia.

Kedepannya, kalau Desa Wisata Sudaji sudah dilirik oleh UNESCO maka, nantinya akan terwujud bagaimana membangun negara dari desa.

“Artinya pasca Covid-19 ekonomi harus dibangun di desa contohnya Desa Wisata Sudaji ini harus bangun dengan strategi tidak punya dengan bangga setelah meraih juara umum II nasional,” Imbuh Ketut zanzan.

Sementara, Manya salah satu peneliti dari India yang kini sedang melanjut pendidikannya di salah satu Universitas di Amerika Serikat menyampaikan bahwa kedatanganya yang kedua ke Bali ini dan ini pertama kalinya dia berinteraksi dengan masyarakat, adat istiadat, kepercayaan di Desa Sudaji.

“Ketika datang pertama kali ke Bali saya mengunjungi Pantai Klingking, Nusa Penida, Ubud, Green House dan ketika mengunjungi Ubud saya mengunjungi tempat pengerajin perak, pasar tradisional, area terasering, area persawahan, dan juga berkunjung Taman Saraswati,” ujar Manya.

Selanjutnya dikatakan Manya dia sangat bersyukur mengunjungi Omunity Bali di Desa Sudaji, dan bertemu dengan teman saya Ketut zanzan dan menikmati alam di Sudaji.

“Ketika datang ke sudaji bertepatan dengan persiapan galungan yang di rayakan umat Hindu di Bali khususnya di Sudaji. Dan saya merasa hangatnya sambutan di desa ini,” Imbuh Manya.

Bahwa antara India dan Bali memiliki kesamaan kepercayaan. Dengan keunikan Desa Sudaji, Manya menyatakan ingin menerapkan dan mengimplementasikan sistem kebudayaan, sistem religi, sistem kemasyarakatan yang ada di Desa Sudaji untuk diterapkan di daerah asalnya(India).

“Sekembalinya saya dari Bali nanti saya akan mengumpulkan saudara dan kerabat yang ada di desa saya untuk saya jabarkan konsep – konsep yang ada di bali.Tujuannya untuk memajukan sistem kemasyarakatan dan budaya serta membangun daerah saya untuk lebih maju,”pungkas Manya***

(BJ/Deva/035)

Advertisement
Bagikan Berita:

Tinggalkan Balasan

1 Berita Terbaru